Warga AS minta Piers Morgan dideportasi

piers morgan
Image caption Petisi itu telah melewati ambang batas 25.000 tandatangan

Lebih dari 31.000 warga AS menandatangani petisi meminta pembawa acara asal Inggris Piers Morgan dideportasi.

Mereka marah karena pendapat Morgan mengenai pembatasan kepemilikan senjata, menyusul penembakan 14 Desember lalu di Connecticut.

Petisi itu dibuat pasca wawancara dengan Larry Pratt, direktur Gun Owners of America, di CNN, dimana Morgan menyebut tamunya sebagai "pria berbahaya."

Petisi yang dipublikasikan di situs Gedung Putih hanya membutuhkan 25.000 tandatangan untuk mendapatkan respon dari pemerintah.

Kampanye itu dimulai oleh seorang jurnalis di Texas menyusul program Morgan di CNN pada 19 Desember.

Petisi tersebut menyatakan bahwa pembawa acara "terlibat dalam serangan keras atas Konstitusi AS dengan menyasar Amandemen Kedua," yang melindungi hak individu untuk memiliki senjata.

"Kami menuntut Morgan dideportasi secepatnya atas upayanya melemahkan Bill of Rights dan untuk mengeksploitasi posisinya sebagai pembawa acara televisi jaringan nasional untuk melakukan serangan terhadap hak warga negara AS."

Morgan telah merespon petisi itu di akun Twitternya.

"Jika saya dideportasi dari Amerika karena menginginkan lebih sedikit pembunuhan dengan senjata, adakah negara lain yang akan menampung saya?" kata pria berusia 45 tahun itu setelah ambang batas 25.000 tandatangan dilewati.

Ia menambahkan, "Menginginkan Amerika melarang senapan serbu dan magasin kapasitas tinggi bukanlah anti konstitusi, hal itu berarti 'logika'".

Belakangan ia mengatakan, merujuk pada garansi Konstitusi tentang kebebasan berpendapat,"Kampanye hak kepemilikan senjata yang ironis untuk mendeportasi saya karena 'menyerang Amandemen Kedua' dalam pendapat saya tidak dilindungi dibawah Amandemen Pertama, benar?"

Pasca penembakan di Newtown, Connecticut, Presiden Obama telah berjanji untuk mendorong proposal keamanan senjata yang konkrit dan segera.

Kelompok pendukung senjata National Rifle Association (NRA) yang memiliki lebih dari empat juta anggota telah menolak kontrol lebih ketat atas kepemilikan senjata. Menurut Small Arms Survey, ada 88,8 senjata untuk setiap 100 warga AS di tahun 2007.

Berita terkait