Mengapa kita masih menunggu Godot?

godot babylone
Image caption 60 tahun Godot: foto dari pentas pertama di Paris

Mengapa kita masih menunggu Godot? Bagaimana drama karya Samuel Becket tumbuh dari pentas teater kecil di Paris menjadi salah satu drama klasik?

Enam puluh tahun berlalu sejak drama Samuel Becket, Menunggu Godot, dipentaskan untuk pertama kalinya di Theatre de Babylone di Paris.

Penampilan publik pertama yang dibawakan dalam bahasa Prancis dengan judul En attendant Godot itu menarik minat pencinta seni elit Paris yang tertarik pada teater eksperimen.

“Ribuan orang yang mengklaim mereka berada di teater itu tidak mungkin berada di sana. Tidak ada kursi yang cukup untuk mereka,” kata James Knowlson, teman dan penulis biografi resmi Becket.

Mereka juga tidak mungkin menyadari bahwa pementasan berdana cekak pada 5 Januari 1953 itu akan menjadi salah satu momen penting dalam drama modern.

Daya tarik internasional

Image caption Buku program dari malam pementasan pertama di Paris

Jadi apa yang membuat Menunggu Godot bertahan lama? Bagaimana karya Becket dapat bertahan menghadapi ikonoklas dan penulis muda penuh amarah pada 1950an dan 1960an?

“Saya akan mengatakan jawabannya terletak pada ambiguitasnya. Banyak hal yang tersirat dan bukan tersurat,” kata Prof Knowlson.

“Orang dapat menginterpretasikan drama itu sesuka mereka.”

Keterbukaan pada interpretasi itu membuat Godot tidak memiliki tanggal kadaluarsa, kata dia. Untuk sebuah drama tentang waktu yang berjalan, drama ini, anehnya, memiliki sifat keabadian.

Godot mempertanyakan semua hal filosofis, tentang hidup dan mati dan apa tujuan antara kedua hal itu, dalam cara yang tidak terbatas pada tempat atau era tertentu.

Dan drama itu juga telah dipentaskan di banyak tempat di dunia. Tidak ada bencana atau krisis sipil yang lengkap tanpa Godot versi mereka.

Pada 1990an, Godot dipentaskan di Sarajevo, di Afrika Selatan dan dipandang sebagai kritik terhadap apartheid dan pasca bencana Badai Katrina pementasan di New Orleans dinilai sebagai simbol penantian kota itu akan pemulihan.

Para narapidana di penjara San Quentin di California melihat kisah itu sebagai kisah mereka sendiri saat dipentaskan di akhir 1950an.

Persahabatan Prof Knowlson dengan Becket juga telah meninggalkan warisan budaya yang kaya dan tidak terduga bagi universitasnya, Universitas Reading, yang kini menjadi pemilik materi arsip tentang Becket terbesar di dunia.

Universitas itu juga masih merawat artefak dan foto-foto asli dari pementasan pertama.

Berita terkait