Arsip surat Gandhi dipamerkan di India

  • 12 Januari 2013
Image caption Koleksi surat milik keluarga Hermann Kallenbach dibeli pemerintah India seharga Rp10 miliar lebih.

Ratusan surat, tulisan dan foto Mahatma Gandhi akan dipamerkan di ibukota India, Delhi, mulai tanggal 30 Januari.

Arsip yang dipamerkan ini milik Hermann Kallenbach seorang arsitek asal Jerman yang menjadi teman dekat Gandhi saat dia tinggal di Afrika Selatan.

Koleksi ini akan dipamerkan untuk publik di Pusat Arsip Nasional India.

"Ini merupakan koleksi besar yang bercerita tentang kehidupan awal Gandhi,'' kata Profesor Mushirul Hasan direktur jenderal Pusat Arsip Nasional India kepada BBC.

"Koleksi ini menceritakan kepada anda lebih banyak tentang Kallenbach ketimbang Gandhi dan itu sangat penting untuk memiliki surat-surat ini,'' kata Hasan.

Keputusan pemerintah India menyepakati perjanjian pribadi dengan keluarga Kallenbach untuk membeli koleksi merupakan kebijakan yang jarang dilakukan.

Koleksi Kollenbach ini dibeli dengan harga £700.000 atau sekitar Rp10,8 miliar sebelum rencana dilelang di Sotheby's.

'Hubungan kontroversial'

Image caption Gandhi muda (kiri) bertemu Kallenbach (kanan) di Afrika Selatan tahun 1904.

Kebanyakan surat ditulis oleh keluarga, teman dan yang lainnya, dengan sedikit yang ditulis sendiri oleh Gandhi.

Termasuk diantaranya adalah surat-surat yang bisa memberikan pandangan ke dalam tentang hubungan antara Mahatma Gandhi dan Hermann Kallenbach.

Kallenbach, yang dikenal senang dengan olahraga senam dan binaragawan, juga mengirim surat ke Gandhi yang oleh komentator digambarkan sebagai ''catatan cinta yang menawan'', surat itu sendiri telah dihancurkan.

Mereka bertemu tahun 1904 di Afrika Selatan dan hubungan mereka ditulis dalam sebuah buku kontroversial yang dirilis tahun 2011.

Buku dengan judul Great Soul: Mahatma Gandhi and His Struggle With India, ditulis pemenang penghargaan Pulitzer, Joseph Lelyveld, menyinggung hubungan yang sangat intim diantara keduanya.

Tetapi Lelyveld membantah semua tuduhan bahwa dirinya menyebut Gandhi seorang rasis atau biseksual di dalam bukunya.

Berita terkait