'Tidak ada pesawat Spitfire' yang terkubur di Burma

Lokasi penggalian di Burma
Image caption Bandara Rangoon diyakini sebagai salah satu lokasi tempat Spitfire dikubur.

BBC menemukan bahwa para arkeolog yang mencari pesawat Spitfire dari era Perang Dunia II di Burma yakin tidak ada pesawat yang terkubur di lokasi-lokasi penggalian.

Tim arkeolog menyimpulkan bukti yang ada tidak mendukung klaim selama ini bahwa sebanyak 124 pesawat Spitfire dipendam di lokasi-lokasi yang mereka gali sekarang, lapor wartawan BBC Fergal Keane.

Perusahaan yang berada di balik perburuan pesawat buatan Inggris ini semula merencanakan akan menggelar jumpa pers pada Jumat (18/01), tetapi acara dibatalkan.

"Tidak ada Spitfire," kata seorang juru bicara.

Para arkeolog yang terjun di Burma adalah ahli di bidang penggalian perang. Pesawat-pesawat Spitfire diyakini diletakkan di dalam peti kayu dan dipendam di Bandara Rangoon.

'Menggali di tempat yang salah'

Image caption Spitfire diterjunkan unttuk menangkal serangan pesawat-pesawat pengebom musuh.

Fergal Keane melaporkan arkeolog yang telah menggali selama satu pekan terakhir itu juga memeriksa bukti-bukti yang diajukan oleh David Cundall, direktur proyek penggalian.

Bukti-bukti antara lain meliputi keterangan delapan saksi mata, arsip pesawat tempur dan foto-foto pendukung.

Namun bekas-bekas logam campuran yang ditemukan di tanah, jelas Keane, mungkin berasal dari sumber lain.

Kemungkinan yang didalami arkeolog adalah para saksi mata mungkin melihat peti berisi pesawat jenis lain yang diangkut melalui bandar udara pada saat itu.

Tetapi David Cundall menegaskan keterangan para saksi mata benar adanya.

Menurutnya, para arkeolog menggali di tempat yang salah dan masih yakin pesawat-pesawat Spitfire Perang Dunia II dikubur di Bandara Rangoon dan di lokasi-lokasi lain di Burma.