Minimnya sutradara perempuan di Hollywood

  • 22 Januari 2013
Kathryn Bigelow
Image caption Kathryn Bigelow merupakan perempuan pertama yang meraih sutradara terbaik Oscar.

Sebuah studi menemukan hanya 9% sutradara perempuan dari total 250 film laris produksi Hollywood sepanjang tahun 2012.

Namun proporsi itu meningkat sebesar 9% dibanding pada tahun sebelumnya, seperti terungkap dalam penelitian yang dilakukan Pusat Kajian Perempuan di TV dan Film.

Penelitian itu juga menemukan perempuan hanya mencapai 18% dari total jumlah sutradara, produser eksekutif, penulis naskah, sinematografer, dan editor.

Proporsi produser eksekutif perempuan tetap 25% dalam dua tahun belakangan sementara penulis naskah perempuan meningkat menjadi 15% atau naik sekitar 5% sejak tahun 2006.

Sementara editor perempuan sepanjang 1998-2012 selalu berada di sekitar angka 20-21% sedangkan sinematografer -yang memimpin juru kamera dan pencahayaan- hanya sekitar 2% hingga 4%.

Pusat kajian perempuan melakukan penelitian selama lebih dari satu dekade untuk mendapatkan kecenderungan peran perempuan di dunia film dan TV.

Bigelow mencatat sejarah

Temuan lainnya adalah perempuan lebih suka untuk bekerja di film dokumenter, drama, dan animasi.

Image caption Zero Dark Thirty arahan Bigelow masuk nominasi untuk gambar terbaik Oscar 2012.

Untuk penghargaan Oscar tahun ini tak satupun sutradara perempuan masuk nominasi walau Zero Dark Thirty merupakan satu-satunya nominasi untuk kategori gambar terbaik yang diarahkan sutradara perempuan, Kathryn Bigelow.

Tahun 2009, Bigelow mencetak sejarah dengan menjadi perempuan pertama yang meraih Piala Oscar sebagai sutradara terbaik lewat film The Hurt Locker.

Sementara itu sebuah kajian oleh Lembaga Sundance dan Perempuan di Film memperlihatkan perempuan lebih banyak di sektor film independen.

Berdasarkan film independen yang ditayangkan di Festival Film Sundance selama satu dekade belakangan -dengan total 820 film, termasuk film dokumenter- perempuan terwakili sampai 29,8% dari total 11.000 pembuat film.

Disebutkan pula film-film dengan sutradara perempuan menggunakan lebih banyak mempekerjakan perempuan dibanding laki-laki.

Tahun lalu penyelenggara Festival Film Cannes mendapat kritik karena semua 22 film yang masuk nominasi untuk penghargaan utama, the Palme d'Or, diarahkan oleh sutradara pria.

Berita terkait