Orang tua berbohong kepada anak

  • 23 Januari 2013
Cerita peri gigi
Peri gigi diceritakan akan memberikan hadiah sebagai ganti dari gigi anak-anak yang tanggal.

Penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua berbohong kepada anak-anak sebagai taktik mengubah tingkah laku mereka.

Kesimpulan diambil berdasarkan penelitian sekitar 200 keluarga di Amerika Serikat dan Cina.

Tim terdiri dari peniliti di Jurusan Psikologi Universitas California San Diego di Amerika Serikat, Universitas Zhejiang, Jinhua di Cina dan Universitas Toronto di Kanada.

Contoh kebohongan yang sering diucapkan orang tua adalah orang tua berpura-pura akan meninggalkan anak-anak di tempat umum kecuali mereka berkelakuan baik.

Contoh kebohongan lain adalah orang tua berpura-pura akan membelikan mainan yang diminta anak di masa depan tanpa menyebut waktu yang pasti.

Bohong untuk menjaga perasaan

Peneliti menemukan kategori berbeda-beda tentang kebohongan pada anak-anak.

Pertama, "pernyataan bohong terkait tindakan buruk", antara lain, "Kalau Anda tidak menjaga kelakuan, saya akan memanggil polisi."

Kategori kedua, "pernyataan tidak benar terkait meninggalkan atau menunggu." Salah satu contoh yang sering digunakan, "Bila tidak mengikuti saya, penculik akan datang dan menculikmu ketika saya pergi."

Kategori ketiga dihubungkan dengan menjaga perasaan anak. Misalnya, kata peneliti, "Hewan peliharaanmu diurus di ladang pamanmu karena tempat di sana luas."

Penelitian juga menunjukkan sejumlah pernyataan bohong bisa diterima ketika digunakan untuk mencapai tindakan sosial yang diinginkan. Orang tua mengatakan anak-anak akan tumbuh lebih tinggi setiap kali memakan sayur brokoli.

Berita terkait