Gambia tetapkan empat hari kerja

gambia
Image caption Presiden Jammeh meminta warganya untuk beribadah dan bercocok tanam di hari libur.

Gambia menetapkan empat hari kerja bagi para pegawai negeri sipil, dengan menambah Jumat sebagai hari libur.

Presiden Yahya Jammeh mengatakan pekan yang lebih pendek akan membuat warga Gambia yang kebanyakan Muslim memiliki lebih banyak waktu untuk beribadah, bersosialisasi dan bercocok tanam.

Sejumlah pengecamnya menyebut keputusan terbarunya itu akan membuat warga menjadi pemalas dan mengganggu ekonomi negara.

Pertanian, terutama ekspor kacang menjadi tulang punggung perekonomian Gambia.

Negara miskin di kawasan Afrika Barat ini juga dikenal sebagai tujuan wisata karena keindahan pantai-pantainya.

Kebanyakan warga di Gambia, dengan jumlah populasi sekitar 1,8 juta jiwa, adalah umat Muslim yang menggunakan hari Jumat sebagai hari beribadah.

Jumat dan Sabtu merupakan hari libur bagi kebanyakan negara Muslim tetapi sejumlah pengamat menyebut hal tersebut mengganggu kerjasama dengan negara Barat, yang memiliki hari libur pada Sabtu dan Minggu.

Pilihan untuk sekolah

Dalam sebuah pernyataan bulan lalu, kantor kepresidenan Jammeh mengatakan bahwa mulai 1 Februari, waktu kerja di sektor publik akan berlangsung dari Senin hingga Kamis mulai pukul 08:00 sampai 18:00.

"Pengaturan baru ini akan membuat warga Gambian bisa mencurahkan lebih banyak waktu untuk berdoa, kegiatan sosial dan bercocok tanam - kembali ke lahan dan menanam apa yang kita makan dan makan apa yang kita tanam, untuk negara yang sehat dan kaya.''

Dalam pernyataan itu disebutkan sekolah negeri juga tutup pada hari Jumat, tetapi dibebaskan untuk masuk lagi di hari Sabtu untuk mengganti hari yang hilang.

Sebelumnya, pegawai pemerintahan bekerja lima hari sepekan, dari pukul 08:00 hingga 16:00.

Meski ada hari yang hilang tetapi dalam perubahan ini terdapat penambahan jam kerja sehingga para pegawai masih tetap bekerja selama 40 jam sepekan.

Para pengecam menyebut sektor swasta tetap masuk pada hari Jumat, sehingga mereka tidak akan bisa melakukan hubungan bisnis dengan pemerintahan pada hari itu.

Eksentrik

Jammeh, yang berkuasa setelah kudeta berdarah tahun 1994, memang dikenal dengan kebiasaannya yang eksentrik.

Di tahun 2007, Jammeh pernah mengumumkan bahwa dia bisa menyembuhkan HIV-Aids dalam waktu tiga hari dengan ramuan rempah-rempah rahasia.

Hal ini juga menimbulkan kecaman dari pelaku medis seluruh dunia.

Jammeh juga dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Tahun lalu, sembilan tahanan dihukum mati oleh tim penembak, dimana presiden bersumpah akan menembak mati semua tahanan dalam hitungan pekan.

Dia kemudian menunda eksekusi mati ini setelah ada kemarahan internasional.

Berita terkait