Peretas serang ratusan ribu akun Twitter

Image caption Peretas mencuri informasi dari sekitar 250 ribu pemilik akun Twitter.

Jejaring sosial Twitter mengaku menjadi korban serangan peretas alias hacker yang antara lain mengakibatkan infomasi milik sekitar 250 ribu akun penggunanya dicuri.

Direktur penanggung jawab keamanan informasi Twitter, Bob Lord, mengatakan, kata sandi atau password, user name, serta alamat surat elektronik dari sekitar seperempat juta pengguna Twitter telah dicuri dari database-nya.

Namun demikian, pengelola situs mikroblog populer ini menyatakan, telah mengatu ulang akun yang dicuri tersebut dan mengirimkan surat elektronik kepada penggunanya tentang perubahan tersebut.

Canggih

Dalam keterangannya, Twitter juga menyatakan, para peretas ini masuk kategori canggih dan bukan tipe amatir.

"Para penyerang sangat canggih, dan kami percaya perusahaan dan organisasi lain juga telah mengalami serangan yang sama," demikian keterangan resmi Twitter.

Lebih lanjut Lord mengatakan, pembobolan ini tampaknya mirip dengan serangan peretas terhadap dua media raksasa AS, yaitu The New York Times dan Wall Street Journal, belakangan ini.

Pimpinan The New York Times sebelumnya mengatakan, peretas dari Cina telah menyusup berulang kali dalam empat bulan terakhir.

Berita terkait