Cara Inggris dan Prancis tangani sunat perempuan

  • 6 Februari 2013
Wanita Muslim
Khitan perempuan di Inggris merupakan praktek ilegal.

Setiap tahun sekitar 20.000 perempuan muda di Inggris dan Prancis "berisiko" mengalami sunat perempuan namun keduanya memiliki cara yang berbeda menangani praktek ini.

Ayanna, misalnya, wanita berusia 23 tahun yang tinggal di Inggris dibawa ke negara asalnya Sierra Leone untuk disunat.

Ia tinggal di Glasgow, Skotlandia, di perumahan yang khusus dibuat untuk menampung pengungsi.

"Saya sangat senang di sini. Saya tidak lagi kesakitan karena harus berhubungan seks dengan suami saya. Sakitnya lebih parah dibandingkan melahirkan," kata Ayanna sambil menggendong bayi perempuannya yang berusia setahun.

Ayanna meminta suaka politik untuk menyelamatkan diri dari kawin paksa dan agar putrinya tidak disunat.

Ada yang mengizinkan

Ayanna mengatakan sejumlah ibu lainnya mengizinkan putrinya untuk disunat dengan cara memotong kelamin bayi mereka.

"Ada dua anak yang tinggal di perumahan ini, satu berusia tiga tahun dan lainnya dua minggu. Mereka baru-baru ini disunat oleh wanita tua," tambahnya.

"Mereka menggunakan silet, gunting dan pisau tajam, " kata Ayanna.

Praktek sunat perempuan dilakukan dengan memotong sebagian atau seluruh kelaimin perempuan.

Sunat perempuan dapat berakibar fatal akibat komplikasi saat melahirkan anak.

Praktek ini dilakukan di sebagian besar Afrika dan Timur Tengah.

'Dipikir akan pesta'

Di Glasgow, sejumlah wanita Somalia yang ditemui wartawan BBC, Sue Lloyd Roberts, pertengahan tahun lalu, disunat.

"Bila pemerintah dapat menghentikan praktek ini, kami akan sangat senang," kata salah seorang dari mereka.

Di Bristol, sejumlah anak sekolah yang ditemui Sue Lloyd Roberts juga bercerita tentang sunat.

"Mereka disunat bersama karena lebih murah cepat dengan cara itu," kata Amina yang berusia 17 tahun.

"Pada mulanya mereka senang karena dipikir akan pesta sampai akhirnya mereka sadar bahwa mereka akan disunat barulah mereka ketakutan," tambah Amina.

"Biasanya sunat dilakukan oleh perempuan tua atau Imam atau siapapun yang bisa sunat."

Sekitar 100 orang tua dihukum

Sekitar 20.000 anak-anak di Inggris dan dengan jumlah serupa di Prancis dianggap 'berisiko' disunat setiap tahun.

Undang-undang yang menyebutkan sunat ilegal di Inggris dan Prancis dikeluarkan pada tahun yang sama, pertengahan tahun 1980-an.

Sekitar 100 orang tua dan pelaku sunat telah dijatuhi hukuman di Prancis.

Namun di Inggris belum ada seorang pun yang dijatuhi hukuman.

Isabelle Gillette-Faye, pegiat anti sunat perempuan di Prancis mengatakan Inggris berupaya menghargai imigran.

"Di Inggris, mereka sangat menghargai imigran," kata Gillette-Faye.

"Sangat berbeda di Prancis. Para imigran harus melakukan integrasi dan menghargai undang-undang kami," tambahnya.

Berita terkait