Hanya 18% siswa Zimbabwe lulus sekolah dasar

  • 8 Februari 2013
Siswa sekolah di Zimbabwe
Menteri Pendidikan menuding 'kekacauan' sebagai penyebab kemunduran pendidikan.

Tingkat kelulusan siswa dalam ujian sekolah dasar di Zimbawe yang hanya mencapai 18% sudah merupakan sebuah kemajuan.

Menteri Pendidikan Zimbawe, David Coltart, menegaskan kepada BBC bahwa angka itu merupakan kenaikan sebesar 4% dibanding tahun 2009.

Warga Zimbabwe pernah menikmati sistem pendidikan yang merupakan salah satu yang terbaik di kawasan Afrika.

Coltart mengatakan kemunduran dunia pendidikan disebabkan oleh 'kekacauan' yang dialami negaranya.

"Saya kira ini tidak bisa dihindari. Terlalu banyak kekacauan dalam sistem pendidikan Zimbabwe dalam satu dekade terakhir sehingga tidak bisa dihindari pendidikan anak terpengaruh."

"Jika Anda tak punya guru, tidak punya buku, akhirnya tingkat melek huruf akan anjlok dan tercermin dalam hasil ujian," tambahnya.

Menjelang pemilu

Coltart merupakan salah seorang pendiri Gerakan Perubahan Demokratik, MDC, yang bergabung dalam pemerintahan pimpinan Robert Mugabe pada tahun 2009 untuk mengakhiri krisis politik dan ekonomi di negara itu.

"Pendidikan meningkat namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," tuturnya.

Bulan lalu, Menteri Keuangan Zimbawe, Tendai Biti, mengatakan mereka hanya memiliki US$127 atau sekitar Rp1,2juta dalam rekening mereka setelah membayar gaji pegawai negeri.

Pemerintahan koalisi yang saat ini berkuasa akan habis masa jabatannya akhir tahun ini.

Calon dari MDC, Morgan Tsvangirai -yang kini menjabat perdana menteri- diperkirakan akan kembali bersaing dengan Robert Mugabe untuk jabatan presiden.

Pemilihan tahun 2008 diwarnai dengan kekerasan dan Tsvangirai memboikot putaran kedua.

Namun belakangan tercapai kesepakatan pemerintahan koalisi yang antara lain mampu mengatasai inflasi yang meroket di negara itu.

Berita terkait