Ipuh si badak Sumatra mati di AS

  • 19 Februari 2013
ipuh sumatra rhino
Image caption Ipuh memiliki tiga anak

Sebuah kebun binatang di Ohio mengumumkan kematian seekor badak Sumatra yang menjadi 'bapak' bagi badak Sumatra pertama yang lahir di penangkaran dalam 100 tahun.

Kebun binatang itu mengatakan Ipuh telah menjadi bapak bagi tiga ekor anak badak sejak 2001, jumlah terbanyak di penangkaran.

Ipuh diperkirakan berusia 33 tahun dan diyakini sebagai salah satu badak Sumatra tertua.

Kondisi Ipuh menurun sejak Desember 2012. Pegawai kebun binatang yang merawatnya melihat gejala-gejala 'sakit tua' seperti berkurangnya nafsu makan dan lambat bergerak. Namun akhir Januari, kondisinya semakin buruk dan ia tidak bisa lagi berjalan atau bergerak sama sekali meski mendapat perawatan medis.

Akhirnya hari Senin kemarin, staf kebun binatang mengambil "keputusan sulit dan manusiawi" untuk melakukan euthanasia.

"Selalu menyedihkan ketika hewan yang kita sayangi mencapai akhir hidupnya, terutama ketika mereka memiliki sejarah yang istimewa," kata Dr Terri Roth, direktur kebun binatang dalam pernyataan di website mereka.

"Ia benar-benar berjasa membuat program pengembangbiakan untuk melestarikan spesiesnya yang terancam punah hingga menjadi kesuksesan internasional. Kami berharap dapat menghormati Ipuh dengan terus merawat dan melanjutkan keturunannya melalui anak-anaknya, serta kemajuan sains yang juga menjadi kontribusi hidupnya selama ini."

Berita terkait