Mahasiswa jadi sasaran pencucian uang

Mahasiswa
Image caption Mahasiswa menjadi salah satu sasaran kelompok penjahat untuk pencucian uang.

Para ahli pemberantasan pencucian uang mengatakan ratusan ribu orang, khususnya mahasiswa, berisiko dimanfaatkan sebagai pencuci uang oleh kelompok penjahat.

Para mahasiswa direkrut sebagai "bagal uang" atau orang-orang yang disewa untuk bekerja di rumah dengan meminjamkan rekening bank mereka untuk menyembunyikan uang hasil kejahatan tetapi mereka tidak mengetahui asal usul uang tersebut.

Fakta itu terkuak dalam penelitian yang dilakukan oleh Aksi Penipuan Keuangan, yang bertugas mengatasi penipuan atas nama bank-bank di Inggris.

Mahasiswa dikatakan sebagai salah satu kelompok yang paling rentan dimanfaatkan oleh jaringan penjahat untuk kepentingan pencucian uang.

Kedok tawaran pekerjaan

Sekitar 19% mahasiswa yang didekati kelompok penipu setuju untuk menjadi bagal uang.

"Hampir setiap transaksi kriminal yang berlangsung tergantung pada bagal uang untuk menjadikan uang hasil tindak kejahatan menjadi uang yang dapat dinikmati oleh penjahat," kata penyelidik Aksi Penipuan Keuangan.

Tawaran yang diberikan kepada mahasiswa tampak seperti pekerjaan nyata tetapi tujuan utamanya adalah menyalurkan uang tunai melalui rekening mahasiwa sehingga mahasiswa tersebut menjadi bagal uang bagi penipu.

Uang tersebut biasanya didapat dari penipuan kartu kredit, pencurian dari rekening bank dan cara-cara lain.

Menurut Wartawan BBC Simon Gompertz, orang-orang yang dijadikan bagal uang pertama cenderung pendatang baru di Inggris, termasuk mahasiswa.

Berita terkait