Melukis berdasarkan kegiatan otak

  • 6 Maret 2013
Poster di CeBIT 2013
Image caption Sistem bekerja berdasarkan kegiatan otak dari pengguna yang memakai topi pembaca otak.

Sebuah sistem komputer kelak akan bisa membuat orang lumpuh menciptakan karya seni hanya dengan menggunakan kekuatan otak.

Dikembangkan oleh perusahaan Austria, g-tec, sistem ini menarik perhatian besar pengunjung pekan raya komputer CeBIT di Hanover, Jerman, Rabu 6 Maret 2013.

Pengguna akan bekerja dengan menggunakan topi yang mengukur aktifitas otak dan dengan memusatkan perhatian pada titik yang bersinar di layar komputer maka topi akan bisa mengenali kegiatan khusus otak yang berkaitan dengan titik itu.

Dengan demikian maka seniman yang lumpuh secara fisik akan bisa memilih hal-hal yang dia inginkan untuk dilakukan komputer.

Harga sistem komputer yang dikembangkan g-tec ini mencapai US$15.000 atau sekitar Rp150 juta, termasuk topi pembaca dan teknologi penafsir kegiatan otak.

Sudah dicoba

Direktur Pemasaran g-tec, Markus Bruckner mengatakan perangkat lunak yang mereka kembangkan akan memungkinkan pengguna untuk memilih bentuk dan warna melalui kegiatan otak sehingga bisa menciptakan gambar yang sederhana di layar komputer.

Selain itu, pengguna juga akan bisa menggambar garis yang lurus.

"Perangkat lunak ini khususnya untuk orang yang menderita cacat, lumpuh, maupun orang yang terkena stroke," jelas Bruckner seperti dikutip kantor berita AFP.

Bruckner menambahkan gagasan dasar untuk komputer ini berasal dari seorang seniman yang memiliki temannya yang suka melukis namun lumpuh karena kecelakaan lalu lintas.

Seniman itu ingin agar temannya bisa melukis kembali serta berupaya untuk menemukan cara yang memungkinkannya.

Saat ini baru g-tec yang mampu memberikan layanan tersebut dan modelnya sudah berhasil dicoba oleh beberapa pasien.

CeBIT, yang merupakan pekan raya komputer tahunan terbesar di dunia, berlangsung mulai Senin 4 Maret hingga Sabtu 9 Maret.

Berita terkait