AirAsia dan Tata bangun bisnis penerbangan murah di India

  • 7 Maret 2013
airasia
Image caption AirAsia dinilai sebagai perintis perjalanan murah di Asia

Upaya maskapai penerbangan murah Malaysia, AirAsia, untuk membangun bisnis di India telah mendapat izin dari pemerintah India.

AirAsia akan menjadi perusahaan asing pertama yang berusaha melayani tingginya permintaan sektor penerbangan di India.

AirAsia India akan bekerja sama dengan Tata Group yang berbasis di Chennai, India Selatan.

Industri penerbangan India, yang mengalami kerugian besar, dibuka untuk investasi asing tahun lalu.

Pemerintah kini mengizinkan perusahaan-perusahaan asing untuk memiliki 49% saham maskapai lokal.

AirAsia, yang merupakan maskapai murah terbesar di Asia, akan membuat investasi awal sebesar 800 juta rupee (Rp141 miliar ) dan akan memiliki 49% perusahaan, sedangkan Tata Sons memiliki saham 30%.

Arun Bhatia, pemilik perusahaan investasi Telestra Tradeplace, akan memiliki sisa saham.

Setelah izin diberikan oleh Dewan Promosi Investasi Asing India, pejabat bidang ekonomi mengatakan AirAsia kini harus mengurus lisensi yang diperlukan dari regulator penerbangan negara itu.

AirAsia, yang dikenal sebagai perintis perjalanan murah di Asia, telah mengoperasikan penerbangan ke kota-kota India termasuk Bangalore, Kochi dan Chennai.

Industri penerbangan India yang kompetitif dilanda kerugian karena naiknya biaya bahan bakar serta kompetisi harga.

Hanya satu dari enam maskapai utama India, yaitu IndiGo, yang mencetak keuntungan tahun lalu.

Berita terkait