Semakin banyak perempuan produktif di usia 60 tahun

pension woman
Image caption Ribuan perempuan berusia 60-an kini aktif bekerja, kata IFS

Semakin banyak perempuan di Inggris bekerja di atas usia 60 tahun karena meningkatnya usia pensiun resmi, menurut Institute for Fiscal Studies (IFS).

Studi menemukan bahwa ada tambahan 27.000 orang perempuan berusia 60 tahun ke atas yang memutuskan terus bekerja sejak peraturan pensiun diubah tiga tahun silam.

Saat ini usia pensiun ditetapkan pada 61 tahun dan lima bulan.

"Meningkatnya usia pensiun membuat semakin banyak perempuan yang tetap produktif di usia lanjut," kata Jonathan Cribb dari IFS.

"Hampir separuh perempuan yang berusia 60 tahun kini termasuk dalam angkatan kerja, untuk pertama kalinya," tambahnya.

Pada April 2010, usia pensiun resmi untuk pemerintah naik dari 60 ke 61. Studi ini melihat dampak peraturan itu pada wanita yang menunda mengklaim pensiun mereka sebagai dampak perubahan tersebut.

IFS menemukan bahwa jumlah perempuan usia itu yang bekerja meningkat menjadi 7,3% atau 27.000 orang.

Tetapi angka menunjukkan bahwa 5.000 perempuan lainnya juga tetap ingin bekerja tetapi tidak bisa menemukan pekerjaan.

Berdasarkan penelitian ini, pemerintah Inggris menghemat lebih dari £2 miliar karena tidak harus membayar pensiun di usia 60

Dampak pada suami

Image caption Banyak pasangan suami istri yang ingin pensiun berbarengan

IFS mengatakan alasan kenapa perempuan tetap memutuskan bekerja di usia itu adalah keuangan.

Namun studi juga menemukan bahwa peraturan usia pensiun menjadi semacam "jangkar" untuk seorang perempuan sebelum memutuskan pensiun.

"Perubahan di usia pensiun dapat mengubah norma-norma sosial," kata dia.

Menurut IFS, semakin banyak suami yang kini juga memutuskan untuk terus bekerja karena pensiun istri mereka tertunda satu tahun lebih lama.

Selain itu ada tambahan 8.300 pria yang memutuskan terus bekerja karena kebanyakan pasangan suami istri ingin pensiun di saat yang sama.

Berita terkait