Data keuangan Jay-Z, Beyonce dan Britney Spears diretas

  • 13 Maret 2013
beyonce jay-z
Image caption Beyonce dan Jay-Z adalah salah satu pasangan musisi terkaya

Rincian keuangan pribadi sejumlah pesohor AS termasuk Beyonce dan Jay-Z diretas dan dimuat di situs online.

Para peretas juga sebelumnya pernah memuat data keuangan Wakil Presiden AS Joe Biden dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Polisi Los Angeles mengatakan mereka menyelidiki bagaimana data pribadi seorang kepala polisi, termasuk alamat dan laporan kreditnya bisa bocor di internet.

Komandan Polisi Andrew Smith menyebut situs itu "menakutkan."

Ia mengatakan, "Orang marah pada kami, mereka menggunakan internet dan berusaha menemukan informasi tentang kami dan memuatnya di sebuah situs.

"Kata paling tepat yang bisa saya gunakan untuk mendeskripsikannya adalah menakutkan."

Ia juga mengkonfirmasi bahwa polisi akan menginvestigasi kasus bocornya data keuangan para selebriti di Los Angeles.

Image caption Britney Spears, Ashton Kutcher dan Kim Kardashian juga menjadi korban

Beberapa insan Hollywood lain yang menjadi korban meliputi Paris Hilton dan Kim Kardashian.

Data finansial mereka dipublikasikan, termasuk nomor jaminan keamanan sosial yang bisa digunakan penjahat untuk melakukan pencurian identitas.

Aktor Mel Gibson dan Ashton Kutcher juga dilaporkan menjadi sasaran.

Bahkan informasi tentang Direktur FBI Robert Mueller pun diduga telah diunggah.

FBI mengatakan mereka mengetahui adanya situs tersebut tetapi tidak diketahui apakah mereka akan melakukan penyelidikan.

Image caption Mantan Menlu AS Hillary Clinton juga diduga menjadi korban peretasan

Masih ada nama-nama terkenal lain yang juga menjadi korban, antara lain Britney Spears dan mantan calon presiden AS Sarah Palin.

Situs web itu menggunakan kode akhiran internet untuk Uni Soviet dan memajang foto-foto tidak elok dari para korban mereka.

Administrator situs tidak mengatakan bagaimana mereka bisa memperoleh data-data itu tetapi mereka memuat sebuah pesan anti polisi yang ditulis dalam bahasa Rusia.

Salah satu halaman situs tersebut juga merujuk pada mantan polisi Los Angeles Christopher Dorner yang diduga bunuh diri setelah dikepung polisi di California.

Hingga saat ini perwakilan dari para korban kejahatan internet itu menolak mengomentari keakuratan informasi yang bocor ke publik.

Berita terkait