Pustakawan dipecat karena Harlem Shake

  • 20 Maret 2013
ilustrasi harlem_shake
Image caption Mahasiswa merasa sang pustakawan tidak terlibat dalam pembuatan video Harlem Shake.

Mahasiswa di Universitas Oxford, Inggris meminta pengelola kampus mempekerjakan kembali seorang pustakawan yang menurut mereka dipecat karena terlibat dalam pembuatan video berisi adegan tari Harlem Shake di perpustakaan.

Dalam video yang telah diunggah ke situs You Tube itu tampak terlihat 30 orang mahasiswa melakukan tarian Harlem Shake yang berlangsung di Perpustakaan St Hilda.

Video itu sendiri telah disaksikan oleh lebih dari 5000 orang.

Komite Mahasiswa di kampus tersbut, JCR mengajukan mosi agar status pustakawan yang dipecat itu dipulihkan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Universitas Oxford mengatakan mereka tidak akan memberikan komentar apapun.

Presiden JCR, Esther Gosling mengatakan selain memecat seorang pustakawan, akibat video ini pengelola universitas juga mengenakan hukuman denda yang berkisar antara £30 hingga £60 atau sekitar Rp439 ribu hingga Rp879 ribu lebih kepada mahasiswa yang terlibat.

Reaksi berlebihan

Gosling menjelaskan video tari Harlem Shake itu digarap oleh mahasiswa di perpustakaan menjelang tengah malam.

Dia bersikeras bahwa pustakawan itu tidak terlibat dalam mengorganisir aksi serta tidak bisa berbuat banyak untuk menghentikannnya.

"Kami tidak ingin meremehkan keputusan otoritas kampus, namun dalam kasus ini kami pikir reaksinya terlalu berlebihan dan hukuman pemecatan itu tidak adil," katanya.

Goling mengatakan pihak kampus telah mengatakan kepadanya mereka tidak bisa memberikan komentar terhadap urusan individu staf mereka.

Harlem Shake sendiri merupakan gerakan tari massal yang saat ini sedang mengemuka di dunia, dan biasanya dimulai dengan satu orang menari yang kemudian diikuti dengan orang lainnya, biasanya menggunakan kostum atau perlengkapan lainnya.

Lebih dari 4.000 orang per hari mengunggah video tarian sepanjang 30 detik ini dengan beragam macam variasi.

Berita terkait