Rock disebut kriminal di Kosovo

  • 20 Maret 2013
Bajram Shatri
Penulis buku, Bajram Shatri, mengaku terjadi kesalahan teknis.

Para guru dan murid di Kosovo diminta untuk mengabaikan pernyataan bahwa musik rock sebagai kejahatan, seperti tertulis dalam buku sekolah menengah atas.

Dalam buku tersebut ditulis bahwa "musik rock, pornografi, dan kekerasan dalam televisi terbukti kriminal total".

Namun hari ini, Rabu 20 Maret, Kementerian Pendidikan Kosovo memerintahkan guru dan murid untuk mengabaikannya dan berjanji akan mencabutnya dalam terbitan berikut.

''Penerbitnya diminta jika mengeluarkan kembali buku itu untuk segera mencabutnya," tutur Ramush Lekaj dari Kementerian Pendidikan Kosovo kepada kantor berita AP.

Penulisnya, Bajram Sharti, mengaku bahwa bagian itu tertulis karena kesalahan teknis namun mengatakan beberapa lagu memang bisa berpengaruh negatif kepada anak-anak.

''Mestinya komersial dan bukan kriminal,'' tuturnya.

Buku itu sudah beredar di sekolah-sekolah selama delapan tahun namun baru menjadi perhatian umum setelah paragraf tersebut diungkapkan dalam salah satu acara TV.

"'Rock and roll bukan kejahatan. Itu pemberontakan namun pemberontak positif. Musik itu selalu menjadi suara dari orang-orang untuk melawan ketidakadilan, dari Vietnam sampai Kosovo," tutur Bujar Berisha dari band Troja.

Republik Kosovo -yang mayoritas penduduknya adalah warga Albania- memisahkan diri dari Serbia pada tahun 2008.

Berita terkait