Lagi, Korea Selatan diserang peretas

  • 21 Maret 2013
Petugas Korsel
Image caption Korea Selatan membentuk gugus tugas anti serangan internet.

Pejabat pemerintah Korea Utara menyatakan menemukan terjadinya upaya serangan melalui jaringan internet dengan target bank dan media yang beroperasi di negara itu dengan sumber serangan berasal dari Cina.

Meski menguak adanya serangan, pejabat lembaga regulasi telekomunikasi Korsel Park Jae-moon menyebut tak dapat mengidentifikasi pelaku serangan karena para peretas yang diduga asal Cina tersebut menggunakan Cina sebagai alamat untuk menanam kode berbahaya yang menginfeksi jaringan di enam perusahaan Korea Selatan kemarin.

"Peretas yang tak dikenal menggunakan alamat protokol internet (IP) Cina untuk menghubungi server dari enam organisasi dan menanam virus berbahaya yang menyerang komputer mereka," kata Park Jae-moon.

Menurut Park upaya penyelidikan masih jalan terus.

Ini bukan serangan cyber pertama di Korsel. Sebelumnya sedikitnya terjadi dua kali serangan tahun 2009 dan 2011. Kala itu pemerintah Korsel menduga pelakunya berada di Korut.

Vaksin komputer

Meski menyebut nama Cina, pejabat Korsel menekankan alamat IP tidak menunjukkan siapa pelaku serangan karena bisa saja peretas menyembunyikan identitas asal mereka melalui negara lain untuk mengelabui pelacak.

Image caption Operasi bank sempat terganggu akibat serangan peretas ini.

Namun temuan ini menguatkan kecurigaan bahwa Korut lagi-lagi berada di belakang serangan ini, kata wartawan BBC di Seoul, Lucy Williamson.

Sementara kalangan intelejen menduga peretas Korut memang sengaja menggunakan Cina sebagai alamat untuk menyamarkan serangan cyber-nya.

Negara itu mengembangkan sebuah gugus tugas dalam upaya menghadang masuknya virus dan serangan berikutnya, sementara vaksin komputer gratis juga dibagikan pada berbagai perusahaan Korsel.

Sekitar 32.000 komputer terimbas serangan peretas pada Rabu kemarin dimana sebagian pelayanan di bank Shinhan termasuk layanan perbankan dan ATM-nya terganggu.

Meski demikian tak ada kerusakan parah dideteksi pada infrastruktur publik setempat.

Berita terkait