Listrik arus laut untuk bantu penduduk desa di Bali dan Lombok

  • 26 Maret 2013
Tim T Files Indonesia
Tim T-Files Indonesia, perusahaan energi yang didirikan mahasiswa dan alumni ITB.

Tim Institut Teknologi Bandung (ITB) akan memasang pembangkit listrik tenaga arus laut di Bali dan Lombok untuk membantu perekonomian masyarakat desa.

Kapasitas tenaga listrik arus laut yang akan dikembangkan di Nusa Penida, Bali, pada bulan Juni mendatang sebesar 10 KW, kata Titus Deus Prizfelix, direktur T-Files Indonesia, perusahaan yang didirikan mahasiswa dan alumni ITB dan bergerak dalam penyediaan energi dari arus laut.

Titus mengatakan kapasitas listrik sebesar ini akan digunakan untuk membuat mesin pembuat es guna membantu masyarakat nelayan di Nusa Penida, Bali, menyimpan ikan.

"Dengan membantu menyediakan mesin pembuat es melalui listrik dari pembangkit arus laut ini, kami harap dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat," kata Titus.

Pembangkit arus laut ini juga diharapkan dapat menerangi perumahan masyarakat desa di Nusa Penida ini, tambahnya.

Sementara rencana membangun instalasi di Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas 20 KW direncanakan pada bulan November mendatang.

"Di Lombok, rencananya akan kami buatkan mesin pengering multifungsi, juga untuk membantu masyarakat sekitar."

"Jadi fokus instalasi tenaga arus laut ini adalah untuk membantu ekonomi masyarakat desa termasuk dengan penyediaan listrik dan air bersih," tambah Titus.

Kapasitas 1 MW

Pembangkit listrik produk T-Files sudah dipasang di beberapa tempat termasuk di waduk Jatiluhur dan Sungai Karawang pada tahun 2007, Pantai Cirebon dan Pantai Mutiara Jakarta pada tahun 2008, dan Jembatan Suramadu tahun lalu.

Prinsip dasar pembangkit listrik yang dikembangkan T Files Indonesia adalah arus laut yang akan memutar turbin dan kemudian gerak kinetik dari turbin ini akan menggerakkan generator yang akan menghasilkan listrik.

Listrik yang dihasilkan langsung dapat digunakan atau disimpan dalam baterai.

Titus mengatakan Indonesia memiliki potensi arus laut yang cukup besar dan banyak daerah yang belum menikmati jaringan listrik.

Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, swasta dan perbankan, diharapkan pembangkit listrik tenaga arus laut dapat menjadi salah satu solusi bagi daerah-daerah tersebut, tambahnya.

"Untuk rencana jangka pendek kami berencana bekerja sama dengan PLN Batam untuk pengembangan PLTAL (pembangkit listrik tenaga arus laut) dengan kapasitas sampai dengan 1 MW."

"Dengan demikian ini akan menjadi model untuk pengembangan PLTAL dengan skala yang lebih besar nantinya," tambah Titus lagi.

Berita terkait