British Museum tampilkan kehidupan kota kuno Pompeii

  • 27 Maret 2013
pompeii roman empire
Kota Pompeii terbungkus abu vulkanik selama 1.700 tahun

Pameran terkini British Museum bertujuan menunjukkan bahwa kehidupan domestik di Kekaisaran Romawi tidak berbeda jauh dengan kehidupan saat ini.

Ketika Mount Vesuvius meletus pada 79 Sesudah Masehi, memuntahkan abu vulkanik panas ke Pompeii dan Herculaneum, terbentuklah kapsul waktu yang baru terungkap 1.700 tahun kemudian.

Di antara harta karun yang ditemukan dari jalan-jalan dan rumah yang terkubur adalah lukisan dinding pemilik toko roti Terentius Neo dan istrinya.

Ia memegang sehelai gulungan papirus dengan stempel lilin. Ia meletakkan pena di dagunya dan membawa alat tulis. Keduanya digambarkan sedang memandang keluar lukisan dengan mata bulat.

Lukisan pembuat roti Terentius Neo dan istrinya

Potret ganda ini, satu-satunya yang ditemukan di kawasan tersebut, adalah salah satu obyek utama pameran Life and Death in Pompeii and Herculaneum di British Museum yang dibuka minggu ini.

Paul Roberts, kurator pameran, mengatakan lukisan ini memberikan petunjuk yang unik pada kehidupan warga Pompeii di abad pertama Sesudab Masehi.

"Pemilik toko roti dan istrinya digambarkan sebagai rakyat Romawi yang baik dan pena itu menunjukkan mereka bisa membaca serta berbudaya. Tapi yang terpenting adalah mereka tampak memperlakukan satu sama lain sebagai mitra sejajar.

"Ia berdiri sedikit di depannya: ini bukan gambaran perempuan dengan doktrin 'patuh.' Dalam bisnis ini, ialah yang memegang alat penghitung."

Setelah persiapan selama lima tahun, Roberts berhasil mengumpulkan 400 obyek yang fokus pada kehidupan dan kematian warga Pompeii dan Herculaneum. Ini adalah pertama kalinya British Museum mendedikasikan sebuah pameran untuk kedua kota naas itu.

Sebagian besar obyek yang dipamerkan di London adalah hasil kerja sama badan arkeologi Napoli dan Pompeii. Banyak obyek yang belum pernah dilihat di luar Italia sebelumnya.

Berita terkait