Murid laki-laki dan peremuan di Gaza dipisah

  • 1 April 2013
Murid sekolah di Gaza
Hamas mengatakan murid laki-laki dan perempuan di Gaza harus dipisah.

Kelompok Hamas yang memerintah di Gaza, Palestina, mengesahkan undang-undang yang mewajibkan pemisahan antara murid laki-laki dan perempuan sejak usia sembilan tahun.

Ini untuk pertama kalinya murid laki-laki dan perempuan di berbagai sekolah dasar di Gaza dipisahkan.

Undang-undang ini menurut rencana akan mulai berlaku bulan depan.

Seorang pejabat Hamas mengatakan undang-undang ini disusun untuk melindungi identitas Islam rakyat Palestina.

Namun pihak-pihak yang tidak setuju mengatakan undang-undang tersebut bisa merusak sistem pendidikan.

Pengesahan undang-undang tentang pemisahan murid laki-laki dan perempuan dilakukan sebulan setelah PBB membatalkan lomba maraton di Gaza yang tadinya ditujukan untuk membantu anak-anak.

PBB mengatakan maraton terpaksa dibatalkan karena Hamas melarang partisipasi para pelari perempuan.

Hamas mengatakan pihaknya tidak bisa mengizinkan atlet pria dan wanita bercampur di satu tempat yang sama.

Berita terkait