TNI hadang massa pro bendera Aceh

  • 4 April 2013
Image caption Pasukan TNI menghadang kelompok pro bendera Aceh, Kamis (04/04).

Pertemuan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah yang digelar di Pendopo, Banda Aceh untuk membahas qanun bendera Aceh, diwarnai unjuk rasa kelompok pendukung bendera Aceh.

Aparat TNI bersenjata lengkap, termasuk tiga panser, diturunkan untuk membantu aparat kepolisian menghadang ratusan orang pengunjuk rasa yang hendak mendekati lokasi pertemuan.

Para pendemo yang membawa bendera Gerakan Aceh Merdeka, GAM, menuntut agar pemerintah pusat tidak menolak bendera Aceh yang telah disahkan DPR Aceh tersebut.

"Tentara (TNI) bersenjata lengkap ditempatkan di Simpang Kodim, kira-kira 200 meter dari Pendopo, karena massa pengunjuk rasa berusaha mendekati (Pendopo)," kata wartawan Aceh Kita, Nurdin Hassan, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (04/04) siang.

Sampai pukul 13.00 WIB, menurut Nurdin, pertemuan yang membahas qanun bendera dan simbol Aceh itu masih berlangsung.

Tidak berkepanjangan

Mendagri Gamawan Fauzi yang didampingi Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djoehermansyah Djohan serta pejabat terkait dilaporkan tiba Pendopo Gubernur Aceh, sekitar pukul 11.30 WIB.

Dia kemudian disambut Gubernur Aceh Zaini Abdullah serta pejabat Aceh.

Pertemuan ini melibatkan pula Ketua DPR Aceh Hasbi Abdullah, Panglim Kodam Iskandar Muda Mayjen Zahari Siregar, serta Kapolda Aceh Irjen Herman Effendi.

Kemendagri telah memberi waktu 15 hari kepada Pemerintah Aceh sejak Selasa (2/4) lalu untuk mengevaluasi qanun tersebut, yang ditandai pertemuan Dirjen Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan dengan Gubernur Aceh dan jajarannya di Banda Aceh.

Senin (1/4) lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meminta agar persoalan bendera Aceh bisa diselesaikan secara cepat dan tidak berkepanjangan.

Sementara, Pemerintah Aceh sejauh ini tetap bersikukuh bahwa aturan tentang bendera dan lambang yang baru disahkan tidak melanggar aturan yang ada di atasnya.

Perbedaan ini kemudian melahirkan aksi massa kelompok pendukung bendera Aceh dan yang menolaknya di sejumlah wilayah di Aceh.

Berita terkait