Vodafone, China Mobile ingin masuk Burma

  • 5 April 2013
Vodafone
Image caption Selain Vodafone dan China Mobile, perusahaan George Soros juga ajukan izin.

Dua perusahaan telekomunikasi dunia membentuk konsorsium untuk mendapatkan izin sediakan layanan selular di Burma.

Izin yang diperkirakan akan dikeluarkan bulan Juni mendatang akan mengoperasikan jaringan nasional selama 15 tahun.

Burma mengambil sejumlah langkah untuk mereformasi ekonomi, namun pasaran telepon selular masih terlalu mahal untuk sebagian besar masyarakat.

Pasar telepon genggam Burma- dengan penduduk lebih dari 60 juta jiwa- hanya 10%, kata Vodafone.

Pemerintah Burma mengatakan ingin meningkatkan penggunaan telepon genggam sampai 80% pada 2016.

Langkah ini menyebabkan sejumlah perusahaan berupaya mengambil pasar baru telepon selular ini.

"Burma merupakan pasar baru bagi industri global," kata Vodafone dan China Mobile dalam satu pernyataan.

Konsorsium lain juga mengajukan minat.

Perusahaan George Soros, Strategic Partner bergabung dengan Digicel dan Serge Pun, seorang pengusaha di Burma, untuk mengajukan izin operasional di Burma.

Perusahaan telekomunikasi lain yang mengajukan izin termasuk SingTel dari Singapura, Telecom Qatar dan Telenor dari Norwegia.

Berita terkait