Sektor manufaktur Cina melemah

  • 23 April 2013
Beijing
Pertumbuhan ekonomi Cina menjadi perhatian penting para pelaku suaha global.

Pertumbuhan sektor manufaktur Cina melemah pada April ini menurut sebuah survei yang digelar jarigan bank Asia, HSBC.

Temuan ini makin membuat khawatir pelaku usaha karena ekonomi Cina dianggap sebagai salah satu motor terpenting ekonomi dunia.

Menurunnya pertumbuhan sektor manufaktur antara lain diduga terjadi akibat berkurangnya permintaan ekspor, yang dibaca sebagai salah satu indikasi masih lemahnya permintaan global.

Tahun lalu ekonomi Cina tumbuh dengan kecepatan terlemahnya selama 13 tahun terakhir.

"Sekarang permintaan ekspor berkurang padahal sempat ada pemulihan temporer Maret lalu, ini berarti permintaan dari luar Cina memang masih lemah," kata Qu Hongbin, ekonom utama HSBC untuk wilayah Cina, dalam pernyataan tertulis.

Akibatnya kalangan perbankan pun menurunkan ramalan pertumbuhan mereka untuk Cina karena terjadi pelemahan yang sebelumnya tak diduga pada kuartal pertama 2013.

Termasuk diantaranya Bank Dunia yang menyebut Cina akan tumbuh 8% tahun ini, sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7,8%. Meski dipandang lemah, pertumbuhan 2013 Cina masih sangat tinggi dibanding negara-negara industri dunia lainnya.

Pemerintah Cina sendiri sudah menjanjikan berbagai upaya untuk mendukung tetap melajunya ekonomi negara berpenduduk 1,35 miliar jiwa itu.

"Beijing diperkirakan akan bertindak keras untuk megupayakan hal itu dengan mendorong investasi dan konsumsi domestik pada bulan depan,'' tambah Qu.

Berita terkait