WhatsApp masuk di Nokia seri terbaru

  • 25 April 2013
nokia asha
Nokia Asha merupakan ponsel pertama yang memiliki tombol WhatsApp.

Nokia merilis Asha 210 sebuah telepon seluler yang memiliki aplikasi tombol pesan WhatsApp.

WhatsApp merupakan aplikasi pesan lintas platform yang saat ini populer digunakan sebagai alternatif pengiriman pesan SMS.

Nokia sebelumnya juga telah merilis ponsel yang memiliki tombol Facebook guna meningkatkan popularitas mereka di pasar.

Nokia Asha 210 menggunakan sistem operasi Series 40 dan menargetkan konsumen di pasar berkembang untuk telepon alternatif yang lebih murah dibandingkan telepon pintar lainnya.

Pendukung sistem operasi pihak ketiga aplikasi internet dan piranti lunak ponsel ini tertulis dalam bahasa program Java.

Untuk mencapai target harga jual sebesar US$72 atau sekitar Rp699.000, perusahaan asal Finlandia ini memutuskan ponsel dengan layar 6,1cm ini tidak memiliki fasilitas layar sentuh.

Pengguna harus menggunakan papan tombol jari Qwerty dan tombol navigasi untuk meluncurkan dan mengoperasikan aplikasi.

Tetapi Kehadiran Asha menurut seorang pengamat teknologi tidak memberi dampak besar bagi Nokia maupun pasar ponsel secara luas.

''Saya rasa ini tidak akan memberi perbedaan besar untuk Nokia karena mereka telah kehilangan pasar menengah-bawah yang direbut telepon layar sentuh Android yang telah lebih dulu menawarkan WhatsApp dan piranti lunak pesan lainnya,'' kata Roberta Cozza, analis dari Gartner.

Ruang untuk berkembang

WhatsApp yang bermarkas di Silicon Valley pertama kali diluncurkan tahun 2009.

Kepala Eksekutif WhatssApp, Jan Joum, kepada situs teknologi AllThingsD mengatakan mereka memiliki pengguna aktif yang lebih banyak ketimbang Twitter dengan klaim lebih dari 200 juta orang menggunakan layanan itu setidaknya sekali dalam sebulan.

Dia mengatakan WhatsApp memproses sekitar delapan miliar pesan masuk dan 12 miliar pesan keluar dalam satu hari.

Berdasarkan kajian perusahaan konsultasi teknologi Ovum, WhatsApp adalah layanan pesan sosial terpopuler ketiga setelah Facebook Chat dan Google Chat.

Sejumlah laporan awal bulan ini menyebutkan perusahaan ini proses negosiasi pembelian oleh Google dengan nilai US$1 miliar tetapi kabar itu dibantah.

Survei Ovum menyebutkan 51% pengguna WhatsApp mengurangi pesan SMS setelah mengunggah aplikasi ini.

Hal itu menjadi ancaman bagi sejumlah operator telekomunikasi termasuk Telefonica yang meluncurkan layanan pesan sendiri, sementara yang lainnya seperti perusahaan asal India Reliance Communications memilih untuk menandatangani kesepakatan kemitraan dengan WhatsApp.

Mengingat Nokia Asha menargetkan konsumen di Asia, Afrika dan Timur Tengah, maka setiap keuntungan akan datang dari kawasan tersebut.

"WhatsApp cukup bagus di pasar berkembang, tetapi Anda memiliki pemain lokal yang melampaui karena mereka secara budaya lebih spesifik dan oleh karena itu bisa lebih bagus dari perusahaan AS,'' kata Neha Dharia, seorang analis dari Ovum.

"Contoh yang paling menonjol adalah di Cina yang sukses dengan WeChat.''

"Tetapi pasar berkembang tetap menawarkan potensi yang besar untuk semua aplikasi pesan sosial untuk berkembang karena ketersediaan internet bergerak masih rendah dibandingkan pasar yang matang.''

Berita terkait