Siswa 'harus' dididik sikapi film porno

pornografi
Image caption Pornografi harus diajarkan sebagai bagian dari pengenalan media, kata para pakar seks

Para guru harus mengetahui bahwa pornografi tidak 'selalu buruk' dan terkadang bisa 'berguna', demikian pendapat sejumlah pakar seks.

Forum Pendidikan Seks di Inggris menyarankan agar para siswa mendapat bimbingan tentang bagaimana menyikapi pornografi dalam pendidikan seks di sekolah-sekolah.

Salah seorang aktivis forum tersebut, Lucy Holmes, menyambut ide itu.

"Semakin terbuka dan jujur dialog yang kita lakukan dengan anak-anak muda mengenai seks dan pornografi, semakin baik," kata Holmes.

Dalam sebuah majalah online yang ditujukan kepada para guru, forum itu menganjurkan agar siswa berusia minimal lima tahun mempelajari tentang bagaimana teknik manipulasi foto di media dapat menciptakan pencitraan yang tidak realistis akan tubuh manusia.

Sedangkan pendidikan seks untuk siswa berusia 11 tahun harus meliputi diskusi tentang bahaya "pesan pendek seks", yang lazim di sebut sexting yaitu saling mengirim pesan dan gambar-gambar seksual melalui telepon genggam.

Murid berusia 14 tahun atau lebih harus belajar bahwa pornografi hanyalah akting, bahwa "performa seks serta fisik yang digambarkan di film tidak realistis."

Seorang guru bernama Boo Spurgeon dari Sheffield mengatakan, "Berdasarkan fakta, anak-anak mulai menonton pornografi pada usia 11 tahun jadi kami harus mulai mengajari mereka mengenai hal itu dalam cara yang sewajar mungkin," kata Spurgeon.

"Kita tidak bisa menghindari pornografi karena hal itu tersedia di mana-mana dan bukan hanya di internet saja," tambahnya.

Berita terkait