Rokok mengandung risiko lebih tinggi bagi perempuan

  • 1 Mei 2013
Perempuan
Image caption Secara biologis perempuan mungkin lebih mudah terserang racun rokok.

Merokok mengandung risiko kesehatan yang lebih tinggi bagi perempuan dibanding pria.

Sebuah penelitian di Universitas Tromso, Norwegia, menyimpulkan perempuan yang merokok menghadapi risiko menderita kanker dibanding pria.

Tim peneliti mengkaji catatan medis 600.000 pasien dan menemukan risiko kanker usus yang berkaitan dengan merokok lebih tinggi dua kali untuk perempuan.

Perempuan perokok menghadapi peningkatan risiko kanker usus sampai 19% sedangkan peningkatan risiko di kalangan perokok pria 9%.

Dalam studi yang dilakukan, terdapai hampir 4.000 responden yang menderita kanker usus.

Dan perempuan yang mulai merokok sejak berusia 16 tahun atau lebih muda atau yang merokok selama beberapa dekade akan menghadapi peningkatan risiko kanker.

Faktor biologis?

Bagaimanapun penelitian tidak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kanker usus, seperti alkohol atau makanan.

Temuan Universitas Tromso lebih menunjukkan bahwa perempuan secara biologis mungkin lebih mudah terserang oleh racun dari rokok.

Hasil penelitian terbaru ini sudah diterbitkan dalam jurnal Clinical Endocrinology & Metabolismsuggests.

Para ahli memang sudah menyadari bahwa merokok bagi perempuan juga akan meningkatkan risiko serangan jantung yang lebih tinggi dibanding perempuan.

Akhir April 2013, American Cancer Society mengumumkan penelitian mereka yang memperlihatkan risiko kematian bagi perempuan perokok akibat kanker paru-paru meningkat di Indonesia dan Cina.

Sementara itu penelitian di Universitas Western Australia memperlihatkan remaja perempuan yang terkena dampak perokok atau memiliki lebih sedikit jenis kolesterol 'baik' yang biasanya berperang mengurangi risiko penyakit jantung.

Berita terkait