Memburu botol kuno era Ratu Victoria

Image caption Para pemburu rela menggali tumpukan sampah demi menemukan botol kuno yang langka.

Mencari botol kuno di tempat pembuangan sampah barangkali merupakan hobi yang tidak biasa, meskipun tidak jarang upaya ini mendatangkan keuntungan secara ekonomi.

Steven Armstrong, yang rajin mendatangi tempat pembuangan sampah, menggambarkan hobinya memburu botol-botol kuno peninggalan zaman Ratu Victoria atau Raja Edward sebagai "arkeolog jalanan".

Ratusan botol kuno hasil perburuannya selama bertahun-tahun, kini menjadi koleksi kesayangannya, namun sebagian dijualnya ke sejumlah kalangan yang tertarik.

Di Inggris, orang-orang yang mempunyai hobi memburu botol kuno mendirikan perkumpulan bernama The Northumberland dan Durham Botol Collectors, yang sejauh ini telah memiliki 80 anggota.

Namun di luar perkumpulan ini, tidak sedikit para individu yang menggeluti hobi ini secara amatir.

Steven Armstrong, yang tinggal di kawasan pedesaan Durham, mengatakan sebagian botol koleksinya terjual antara £ 5 dan £ 50, tetapi sebagian besar terjual dengan harga yang lebih tinggi.

"Ada botol hasil perburuan saya dihargai £ 700," katanya.

Berusia minimal 100 tahun

Seperti barang koleksi lainnya, nilai jual botol tersebut sangat tergantung pada kelangkaan, kondisi dan serta bentuknya.

Botol-botol kuno itu kini mulai dipasarkan melalui ajang pameran atau proses lelang yang diselenggarakan secara khusus untuk para kolektor botol, sementara lainnya diperjual-belikan diantara mereka sendiri.

Dalam bukunya yang berjudul Digging for Treasure, penggali botol veteran Ron Dale mengatakan, di tahun 70-an sejumlah botol dihargai antara £ 5 sampai £ 8, tapi sekarang dapat dijual seharga £ 800 sampai £ 1.000.

Memang, botol-botol yang mereka cari bukanlah botol-botol bekas yang sembarangan.

Para kolektor biasanya tertarik dengan botol yang berusia sekitar 100 sampai 130 tahun, ketika struktur dan bahan botol itu berbeda dengan botol buatan sekarang.

Masalah etika

Image caption Botol-botol kuno peninggalan zaman Ratu Victoria kebanyakan terbuat dari keramik

Sebelum Perang Dunia I, sebagian besar botol itu dibuat dengan menggunakan tangan. .

Botol-botol yang terbuat dari kaca yang dikerjakan dengan tangan di masa Raja Edward, serta botol-botol langkah yang terbuat dari keramik di zaman Ratu Victoria, kini menjadi dambaan para kolektor.

Sayangnya, kata Steven Armstrong, permintaan yang semakin tinggi terhadap benda-benda berharga ini telah menyebabkan adanya perilaku penggalian yang tidak sesuai etika.

"Ketika diyakini ada botol kuno di bawah tanah di wilayah tertentu, mereka tidak memperhatikan lagi apa yang ada di atas tanah," katanya.

Perkumpulan The Northumberland dan Durham Botol Collectors, menurutnya, sekarang 'memberlakukan aturan ketat pada anggotanya untuk mengekang perilaku semacam ini'.

Kode etik perkumpulan itu menetapkan bahwa seorang anggota harus mendapatkan izin, sebaiknya secara tertulis, dari pemilik lahan sebelum melakukan penggalian.

Berita terkait