Upah buruh garmen Bangladesh akan dinaikkan

Bangladesh
Image caption Bangladesh merupakan salah satu negara produsen garmen terbesar di dunia.

Bangladesh sudah membentuk sebuah panel khusus untuk meningkatkan upah bagi sekitar tiga juta buruh garmen di negara itu.

Menteri urusan Tekstil Bangladseh, Abdul Latif Siddique, mengumumkan panel itu akan terdiri dari perwakilan serikat buruh dan pemilik pabrik.

Panel ini dibentuk setelah pemerintah mendapat tekanan untuk meningkatkan kondisi para pekerja garmen setelah ambruknya sebuah gedung di pinggiran ibukota Dhaka, yang menewaskan sampai 1.000 orang.

Di dalam gedung Rana Plaza yang ambruk pada pekan terakhir April itu terdapat sejumlah pabrik garmen yang antara lain memasok kebutuhan tekstil untuk kawasan Eropa dan Amerika utara.

Akhir pekan lalu, sebuah pabrik garmen di Dhaka yang terbakar dengan korban jiwa sedikitnya delapan orang dan penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Abdul Latif Siddique mengatakan panel yang dibentuk sudah pasti akan meningkatkan gaji buruh garmen.

"Kami sudah menetapkan gaji minimum untuk sektor garmen. Kami melakukannya sesuai dengan pandangan buruh yang menuntuk kenaikan gaji," tuturnya kepada kantor berita AFP.

Produsen terbesar

Gaji rata-rata pekerja tekstil Bangladesh sekitar US$40 atau Rp400.000 per bulan dan jumlah itu sebenarnya sudah dinaikkan sampai 80% pada tahun 2010.

Hari Minggu (12/05), sejumlah pekerja tekstil menggelar aksi unjuk rasa di jalanan Dhaka menuntut peningkatan gaji dan perbaikan kondisi kerja.

"Sekitar 30 pabrik menghentikan produksinya karena ribuan buruh menolak untuk pekerja," kata Kepala Kepolisian Dhaka, Shyamol Mukharjee.

Rabu pekan lalu, pihak berwenang menutup 18 pabrik garmen karena kondisi keselamatan kerja yang buruk.

Bangladesh merupakan salah satu produsen garmen terbesar di dunia dan beberapa pabrik di Rana Plaza memasok produk untuk jaringan pertokoan Primark di Inggris dan Walmart di Amerikat Serikat.

Berita terkait