Napi Rusia kalahkan napi AS lewat Skype

  • 16 Mei 2013
catur rusia dan as
Image caption Napi AS sebelumnya telah bertanding pula dengan napi asal sejumlah negara.

AS dan Rusia kembali berkompetisi kali ini yang terlibat adalah narapidana yang saling beradu kecerdasan dalam cabang olahraga asah otak alias catur.

Sepuluh narapidana asal Rusia yang dibina oleh juara dunia, Anatoly Karpov bertanding catur dengan narapidana dari penjara Chicago Cook County, AS melalui Skype hari Rabu (16/05).

Dalam pertandingan ini napi asal Rusia ternyata mampu mengungguli napi AS yang juga merupakan binaan Dr Mikhail Korenman, yang merupakan rekan Karpov.

Napi asal Rusia memenangkan pertarungan setelah menang dalam 20 partai yang digelar selama dua jam.

Meski kalah, Kepala Penjara Chicago Cook County, Tom Dart, mengaku senang dengan 'pertaragungan otak' tersebut.

"Kami senang acara pertandingan ini bisa berlangsung dengan baik," kata Dart.

"Banyak dan energi yang digunakan dalam acara ini namun dengan sedikit biaya dan kemudian dikerjakan dengan sempurna serta tidak ada gangguan."

Tidak ada ganguan

Pengelola penjara Chicago Cook County -yang pernah dihuni tokoh gangster, Al Capone, dan pembunuh berantai, John Wayne Gacy- meluncurkan program pembinaan olahraga catur sejak setahun lalu setelah kunjungan Karpov.

Sementara pihak berwenang Rusia melibatkan 10 narapidana dari lima penjara yaitu penjara di Astrakhan, Samara, Saratov, Yekaterinburg dan Krasnodar.

Setiap napi yang terlibat dalam pertandingan ini memainkan dua partai dan napi dari AS menggunakan laptop atau komputer jinjing yang sudah diperiksa petugas keamanan.

Komputer-komputer itu kemudian ditempatkan pada meja dengan dekorasi bendera Rusia dan Amerika.

Dengan sambungan skype, mereka bisa melihat lawan mereka melaluk tautan video namun tidak boleh berbicara.

Hasil akhir pertandingan itu menunjukan napi Rusia menang dengan skor 15,5 - 4,5.

Meski para napi telah berlaku baik dan mau berpartisipasi, pengelola penjara baik di AS maupun Rusia mengatakan mereka tidak akan memberikan keringanan hukuman kepada para napi yang ikut pertandingan.

Berita terkait