Bahasa Zulu diwajibkan di universitas Afrika Selatan

  • 17 Mei 2013
zulu
Bahasa Zulu digunakan lebih dari 80% warga di provinsi KwaZulu-Natal.

Sebuah universitas terkemuka di Afrika Selatan mengatakan akan memasukkan bahasa Zulu sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa tahun pertama.

Kebijakan yang diterapkan Universitas KwaZulu-Natal ini disebut untuk meningkatkan ''pembangunan nasional dan membawa beragam bahasa secara bersama-sama''.

Zulu menjadi salah satu bahasa yang dituturkan oleh banyak warga Afrika Selatan yang memiliki 11 bahasa resmi.

Bahasa ini menjadi bahasa utama bagi sekitar 23% populasi Afsel.

Tetapi, hanya sedikit orang dari kelompok minoritas yang menggunakannya.

Ini merupakan kali pertama bagi sebuah universitas di Afrika Selatan yang mewajibkan mahasiswanya belajar bahasa suku asli Afrika, demikian laporan koran setempat Mercury.

'Mengejutkan'

Wakil Rektor Universitas KwaZulu-Natal Renuka Vithal kepada BBC mengatakan kebijakan yang mulai diberlakukan tahun depan ini akan membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dalam kehidupan personal dan profesional mereka.

"Anda bisa melewati sistem sekolah tanpa mempelajari salah satu bahasa asli Afrika,'' katanya.

"Ini mengejutkan bahwa hal ini masih menjadi masalah, hampir 20 tahun setelah apartheid berakhir.''

Universitas ini terletak di provinsi KwaZulu-Natal, dimana Zulu adalah bahasa asli bagi banyak orang di kawasan ini.

Sampai minoritas kulit putih berakhir tahun 1994, bahasa Inggris dan Afrikaans - berdasarkan bahasa Belanda - menjadi satu-satunya bahasa resmi Afrika Selatan.

Pemerintahan Kongres Nasional Afrika (ANC) - yang mengambil kekuasaan setelah apartheid berakhir - dianggap memiliki sedikit kebijakan terkait promosi bahasa asli.

Zulu digunakan lebih dari 80% warga KwaZulu-Natal, demikian laporan kantor berita AFP.

Bahasa ini juga menjadi satu-satunya bahasa Afrika yang digunakan banyak koran lokal.

Berita terkait