Pendidikan bahaya pornografi sejak dini

  • 20 Mei 2013
Pornografi
Image caption Sebagian besar orang tua berpendapat perlu pelaajran tentang bahaya pornografi.

Anak-anak disarankan sudah harus langsung mendapat pendidikan tentang bahaya pornografi begitu mereka punya akses ke internet.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kepala Sekolah Inggris, NAHT, Russel Hobby, mengatakan ketersediaan materi-materi pornografi di internet menimbulkan kekhawatiran yang serius.

"Tidak ada jawaban yang mudah namun begitu anak-anak mendapat akses ke internet, itulah waktunya untuk memulai pembicaraan"

Namun dia menegaskan bahwa pendidikan pornografi bukan berarti memperlihatkan pornografi di dalam kelas.

Sebuah survei yang dilakukan NAHT atas 1.000 orang tua memperlihatkan bahwa 83% mengatakan murid harus mendapat belajar tentang bahaya pornografi dalam pendidikan seks.

Empat dari 10 responden berpendapat pelajaran itu sudah dilakukan di sekolah dasar sementara 51% yakin lebih tepat di lakukan ketika anak pada usia remaja.

Mempengaruhi upaya pencitraan

Hobby mengatakan bahwa masalah pornografi menjadi kerpihatinan yang makin besar bagi guru karena melihat dampak pornografi atas para siswa dalam upaya pencitraan diri dan persepsi tentang seksualitas.

Saat ini NAHT sudah menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga untuk mengatasi masalah itu.

"Kami juga ingin melihat semakin baiknya saran-saran yang diberikan kepada sekolah-sekolah dalam menangani keprihatinan tesebut," tutur Hobby.

Dia menambahkan bahwa anak-anak harus mendapat perlindungan dari pornografi dan sekaligus mendapat arahan yang tepat dari pendidikan seks di sekolah.

Penelitian yang dilakukan NAHT juga menemukan bahwa sembilan dari 10 orang tua mengharapkan semua peralatan yang bisa mengakses internet harus memiliki sistem otomatis yang memblok situs pornografi.

Seruan atas pendidikan pornografi ini sebelumnya juga sudah diserukan oleh Forum Pendidikan Seks Inggris, yang antara lain terdiri dari sejumlah pakar.

Forum itu berbendapat bahwa pornografi sulit dihindarkan dan anak-anak harus diberi pemahaman bahwa pornografi yang digambarkan di film-film adalah tidak realistis.

Berita terkait