Dan Brown menjawab kritik terhadap Inferno

  • 20 Mei 2013
Novel Inferno
Image caption Banyak orang memesan novel Inferno sebelum resmi masuk pasar.

Dan Brown, penulis novel laris dari Amerika Serikat, menjawab penilaian miring atas karya terbarunya, Inferno.

"Kritik tajam tentu saja menyakitkan tapi tentu saja tidak realistis kalau saya berharap semua orang suka dengan novel saya," kata Brown dalam wawancara dengan BBC, yang disiarkan hari Senin (20/05).

Sebagian kritikus di Inggris menggambarkan Inferno sebagai bualan atau omong kosong, meski mereka mengakui novel yang menuturkan petualangan Robert Langdon ini tetap menghibur.

Para kritikus mengatakan Inferno tidak akan meraih penghargaan sastra.

Menanggapi penilaian ini, penulis The Da Vinci Code ini mengatakan, "Saya menulis buku sesuai dengan selera saya. Kalau ada yang tidak suka, berarti mereka tidak satu selera dengan saya."

Laris

Brown mengatakan sejak awal dirinya mengambil posisi untuk tidak terlalu menganggap serius kritik maupun pujian.

"Pujian bisa membuat Anda malas sementara kritik bisa membuat Anda merasa terintimidasi," papar Brown.

Meski dinilai tidak terlalu istimewa dari sisi kesusasteraan, Inferno menjadi novel terlaris di Inggris bahkan sebelum dilempar ke pasar.

Novel ini berkisah tentang misi Langdon, ahli simbologi, menyelamatkan dunia dari ilmuwan jahat yang ingin memusnahkan sebagian penduduk bumi karena menurut ilmuwan ini, penduduk bumi sudah terlalu banyak.

Seperti novel-novel sebelumnya ada bumbu referensi ke peristiwa sejarah masa lalu, meski bukan terkait teori konspirasi sejarah yang menjadi inti alur The Da Vinci Code.

"Saya banyak berbicara dengan para ilmuwan dan saya kira warga dunia yang terlalu banyak juga adalah masalah yang perlu dipecahkan," kata Brown.

Berita terkait