Rekor tingkat pengangguran di kawasan euro

Spanyol
Image caption Tingkat pengangguran di Yunani dan Spanyol sampai di atas 25%.

Penganguran di kawasan pengguna mata uang euro kembali mencapai rekor tertinggi yang baru, sebesar 12,2%.

Angka resmi yang dikeluarkan kantor statistik Komisi Eropa, Eurostat, pada Jumat 31 Mei memperlihatkan kenaikan 0,1 % dari bulan sebelumnya dengan tingkat pengangguran sebesar 12,1%.

Dengan demikian terdapat tambahan 95.000 orang yang kehilangan pekerjaan di 17 negara pengguna euro dengan jumlah total pengangguran mencapai 19.38 juta jiwa.

Yunani dan Spanyol, yang sedang menghadapi krisis keuangan, memiliki tingkat pengangguran di atas 25%, yaitu 27% untuk Yunani dan Spanyol pada 26,8%.

Sementara itu salah satu motor penggerak ekonomi Eropa, Jerman, memiliki tingkat pengangguran 5,4% dan yang terendah di Austria sebesar 4,9%..

Di balik statistik itu, yang lebih memprihatinkan tampaknya adalah pengangguran di generasi muda dengan 3,6 juta kaum muda di berusia di bawah 25 tahun menganggur atau sekitar 24,4%.

Pengangguran kaum muda

Sedangkan angka pengangguran kaum muda di Italia mencapai 40,5%, yang merupakan salah satu yang tinggi di kawasan euro.

"Kita harus mengatasi krisis sosial, yang khususnya terlihat pada menyebarnya pengangguran kaum muda dan menempatkannya pada pusat dari tindakan politik," tutur Presiden Italia, Giorgio Napolitano.

Bagaimanapun tingkat pengangguran di 27 negara anggota Uni Eropa tetap pada tingkat 11%.

Negara-negara pengguna euro saat ini sedang menghadapi masa resesi yang terpanjang sejak pemberlakuan mata uang itu pada tahun 1999.

Sebelum keluarnya statistik terbaru ini, Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi, OECD, memperkirakan perekonomian kawasan euro akan menyusut 0,6% pada tahun ini.

Seorang pengamat dari lembaga keuangan ING, Carsten Brzeski, mengatakan bahwa pada masa sebelumnya kawasan euro memerlukan pertumbuhan 1,5% untuk bisa menciptakan lapangan.

Berita terkait