Lonjakan populasi buaya di Australia mengancam penduduk

  • 3 Juni 2013
Buaya
Image caption Di kawasan Northern Territory terdapat sekitar 80.000 ekor buaya.

Populasi buaya di Australia meledak dalam beberapa puluh tahun terakhir dan menjadi ancaman bagi penduduk dan juga turis.

Jumlah reptil ini kembali pada angka sejak perburuan dilarang pada 1971.

Serangan terhadap orang meningkat dengan jumlah orang meninggal paling tidak satu setiap tahun.

Cerita tentang orang yang selamat namun terluka dari serangan buaya juga meningkat.

Saat ini di kawasan Northern Territory, terdapat sekitar 80.000 ekor buaya, dan sekitar 50.000 ekor di Queensland dan Australia Barat.

Buaya-buaya liar juga banyak berkeliaran di pekarangan rumah penduduk, kata Rachel Pearce dari Komisi Taman dan Satwa Liar, Northern Territory.

"Kami mendapatkan panggilan karena ada buaya yang sampai masuk ke ruang tamu. Banyak penduduk yang tinggal di tepi anak sungai. Dan rumah-rumah mereka besar dan terbuka," kata Pearce.

"Saat air sungai naik, buaya bisa merayap ke mana saja. Seringkali mereka ke pekarangan belakang rumah penduduk untuk mencari mangsa anjing atau binatang lain," tambahnya.

Melapor ke petugas satwa liar

Di Northern Territory, buaya air asin berkeliaran di kawasan anak sungai, sungai serta rawa.

Saran resmi petugas bagi pemilik rumah yang menemukan biaya di dalam atau pekarangan rumah adalah agar menjauh dan jangan mengendalikan binatang itu sendiri.

Penduduk disarankan untuk segera melaporkan ke petugas satwa liar.

Para ilmuwan mengatakan jumlah reptil ini pada angka yang stabil setelah sempat anjlok sejak perburuan buaya dilarang 40 tahun lalu.

Tetapi di kawasan tropis Australia, jumlah buaya sama dengan jumlah penduduk di Darwin, ibukota Northern Territory.

Dan karena itu, pemerintah setempat berupaya untuk melakukan sejumlah langkah guna melindungi penduduk dan turis.

Berita terkait