Rumah tangga di Inggris buang 20% makanan yang dibeli

  • 4 Juni 2013
Makanan
Image caption Anggota DPR Inggris desak makanan yang dibuang dikurangi.

Sejumlah anggota parlemen Inggris mendesak pemerintah mengurangi jumlah makanan yang dibuang oleh kalangan dunia usaha maupun rumah tangga.

Para anggota parlemen dari Komite Pembangunan Internasional tersebut mengatakan meminimalkan makanan yang dibuang akan membuat sumber-sumber makanan di dunia menjadi lebih bermanfaat karena tidak akan memproduksi makanan yang pada akhirnya tidak dipakai.

Saat ini rata-rata rumah tangga di Inggris membuang 20% makanan dan minuman yang mereka beli.

Gagasan yang mereka sampaikan di antaranya adalah kampanye nasional secara besar-besaran, mendesak warga untuk tidak membuang makanan dan minuman yang tidak habis mereka konsumsi.

Kampanye nasional

Para anggota parlemen ingin pemerintah memasang target pengurangan sampah ini yang dibuang di sektor ritel dan produksi makanan.

Mereka mengusulkan sanksi bagi yang tidak memenuhi target dan juga mengusulkan pembentukan skema pembagian makanan yang tidak terpakai atau tidak dibeli oleh konsumen.

Banyak yayasan atau organisasi sosial di Inggris yang bergerak di bidang bank makanan, yang sumbernya berasal dari sumbangan warga dan perusahaan dan para anggota DPR meminta agar lebih banyak organisasi semacam ini yang dibentuk.

Usul ini disampaikan hanya beberapa hari setelah media melaporkan sekitar 500.000 orang di Inggris terancam kelaparan karena tak bisa membeli makanan pokok seperti roti tawar.

Berita terkait