Hakim perintahkan Paris Jackson diselidiki

  • 9 Juni 2013
Paris Jackson
Image caption Paris dinyatakan menderita depresi dan sudah pernah memikirkan niat bunuh diri.

Seorang hakim di Los Angeles memerintahkan agar dilakukan penyelidikan tentang kondisi putri mendiang bintang pop Micael Jackson, Paris Jackson, setelah gadis remaja itu mencoba bunuh diri pekan lalu.

Laporan media di AS yang dikutip kantor berita AFP menyebut penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kondisi "kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan" Paris Jackson.

Majalah People menulis laporan itu "harus diserahkan hanya kepada Hakim Tinggi Judge Mitchell Beckloff dan harus disertai dengan rekomendasi terkait nasib anak perempuan almarhum Michael Jackson itu".

Ayah Paris, Michael, meninggal tahun 2009. Paris adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya Prince dan adiknya Blanket baru mulai dikenal luas publik sejak kematian sang bintang pop.

Setelah percobaan bunuh diri yang terungkap ke media massa di AS, Paris kemudian mendapat perawatan dan pengawasan terus-menerus di bangsa psikiatri rumah sakit selama 72 jam, tulis People dengan mengutip sumber keluarga sang gadis.

Paris disebut-sebut menderita depresi dan sejak beberapa waktu lalu sudah menyimpan pemikiran untuk bunuh diri.

Ia dibawa ke rumah sakit dari komplek rumah keluarga Jackson di Calabasas dengan didorong diatas tandu setelah menggores pergelangan tangan kanannya serta menelan sejumlah pil Motrin (yang mengandung zat ibuprofen).

Neneknya, Katherine Jackson, kini tengah mengajukan gugatan pada promotor pertunjukan dari AEG Tour yang sedianya memanggungkan Jackson empat tahun lalu.

Dasar gugatan adalah karena promotor tersebut dianggap lalai menyewa dokter Conrad Murray sebagai dokter pribadi Jackson hingga ia tewas. Murray sendiri telah dijatuhi hukuman tahun 2011 dengan dakwaan pembunuhan tak terencana atas Michael Jackson.

Sepanjang lima pekan ini Katherine yang berusia 83 tahun selalu menghadiri persidangan.

Paris sendiri turut didaftarkan sebagai saksi dalam sidang yang diperkirakan akan berlangsung hingga berbulan-bulan, dan sejauh ini prosesnya masih berada seputar pembahasan tentang sejumlah bukti yang sebelumnya dipakai dalam persidangan Conrad Murray.

Berita terkait