Burma hentikan terbang pesawat buatan Cina

Burma menghentikan terbang pesawat-pesawat MA-60 buatan Cina untuk pemeriksaan menyusul dua insiden pendaratan selama satu bulan terakhir.

Penegasan itu disampaikan oleh Dirjen Departemen Penerbangan Sipil Tin Naing Tun.

"Saya pikir kecelakaan terjadi karena kegagalan sistem. Kita akan memeriksa semua sistem. Oleh karena itu kita menghentikan operasi pesawat," katanya seperti dikutip oleh kantor berita AFP pada Selasa (11/06).

Kecelakaan yang dimaksud adalah ketika pesawat MA-60 dengan 60 penumpang tergelincir dari landasan pacu di bandar udara Burma selatan pada Senin kemarin (10/06). Seluruh penumpang dan awak pesawat selamat.

Insiden di Indonesia

Insiden pertama terjadi Mei lalu ketika pesawat terlalu jauh melampaui landasan pacu di negara bagian Shan. Dua orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Menurut Tin Naing Tun, maskapai penerbangan milik negara Myanma Airways mengoperasikan tiga pesawat MA-60 buatan perusahaan Cina, Xian Aircraft Industrial Corp.

Ketika pesawat MA-60 mengalami insiden di Burma pada Senin (10/06), insiden serupa juga terjadi di Indonesia.

Pesawat MA-60 yang dioperasikan oleh Merpati Nusantara Airlines tergelincir tergelincir ketika mendarat di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun badan pesawat patah di dekat sayap.

Berita terkait