Risiko melahirkan di rumah sedikit lebih rendah

  • 14 Juni 2013
melahirkan
Image caption Riset ini menunjukan sistem melahirkan di rumah bekerja dengan baik di Belanda.

Melahirkan di rumah ternyata memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan kelahiran di rumah sakit, terutama bagi ibu yang melahirkan untuk kedua kalinya.

Sebuah penelitian dari Belanda menemukan risiko komplikasi berat hanya terjadi pada satu dari 1.000 kelahiran yang direncanakan terjadi di rumah.

Sementara bagi kelahiran yang direncanakan di rumah sakit, risikonya sedikit lebih besar, yaitu 2,3 dari 1.000 kelahiran.

The Royal College of Midwives mengatakan penelitian ini merupakan bukti lebih lanjut tentang keamanan dan manfaat melahirkan di rumah.

Namun, dokter kandungan memperingatkan hasil ini bisa berbeda-beda di tiap negara karena sistem melahirkan di Belanda berbeda dengan Inggris.

Adapun bagi perempuan yang melahirkan bayi pertama mereka di rumah memiliki risiko yang sama dengan kelahiran di rumah sakit.

Risiko dibutuhkannya perawatan intensif atau transfusi darah adalah 2,3 per 1.000 untuk kelahiran di rumah, dibandingkan dengan 3,1 per 1.000 kelahiran untuk di rumah sakit.

Signifikan

Para peneliti, termasuk bidan dan dokter kandungan dari universitas di Amsterdam, Leiden dan Nijmegen, mengatakan angka tersebut merupakan "statistik yang signifikan".

Studi ini dilakukan terhadap hampir 150.000 perempuan berisiko rendah di Belanda yang melahirkan antara 2004 dan 2006. Sebanyak 92.333 memilih melahirkan di rumah dan 54.419 memilih kelahiran di rumah sakit.

Kelahiran di rumah di Belanda berkontribusi sekitar 20% dari semua kelahiran. Sementara di Inggris, hanya 2,4% kelahiran direncanakan di rumah.

Ank de Jonge, bidan terlatih dan peneliti senior dari University Medical Centre VU di Amsterdam, mengatakan temuan mereka menunjukkan sistem di Belanda bekerja dengan baik.

Tapi dia menekankan hasil tergantung pada sejumlah faktor yang berbeda. "Ini berasal dari sistem seleksi risiko yang baik, transportasi di tempat yang baik dan bidan terlatih."

Dia juga memperingatkan bahwa dalam keadaan darurat fasilitas yang tepat harus berada di tempat.

Berita terkait