Menuju perwujudan sekolah 'cloud'

Siswa Inggris
Image caption Walau ada moderator namun para siswa mengatur sendiri pelajarannya.

Murid-murid di negara berkembang kelak bisa belajar sendiri dengan menggunakan komputer berdasarkan sistem 'cloud' atau jaringan komputer yang tersambung secara langsung.

Konsep sekolah 'cloud' dipaparkan oleh Profesor Sugata Mitra dalam konferensi TEDGlobal di Edinburgh, Skotlandia, seperti dilaporkan wartawan BBC Jane Wakefield yang meliput konferensi tersebut.

Walau akan ada moderator orang dewasa pada saat belajar, para murid secara umum mengatur sendiri pelajaran dan interaksi mereka.

Prof Sugata Mitra sudah mendapat dana sebesar US$1 juta dalam konferensi TED pada bulan Februari di Los Angeles, Amerika Serikat.

Di Edinburgh, dia antara lain memaparkan bagaimana menggunakan dana tersebut untuk perwujudan sekolah 'cloud' yang direncanakannya.

"Sekolah cloud pada dasarnya adalah sekolah tanpa guru. Kita membutuhkan ini karena di banyak tempat, Anda tidak bisa mendapatkan guru atau guru-gurunya amat buruk," tuturnya.

Sebagai langkah awal dia rencananya akan mendirikan empat sekolah cloud, tiga di India dan dua di Inggris, di dekat Newcastle tempatnya mengajar.

Adapun sekolah yang paling jauh dari tempatnya mengajar adalak Korakati, sebuah kampung di India timur. Di situ akan dibangun satu sekolah cloud dalam waktu empat bulan mendatang.

Tanpa kurikulum

Sekolah yang dikembangkan Prof Mitra ini akan amat berbeda dengan sekolah konvensional dengan satu kotak kaca yang berisi beberapa komputer dan satu layar lebar yang memungkinkan moderator tersambung lewat Skype dan berperan mengarahkan para siswa.

Moderator akan berasal dari program yang sudah dikembangkan Prof Mitra di Inggris dan India, yang merupakan para pensiunan.

Mereka yang berada di Inggris akan terhubung lewat Skype ke berbagai komunitas kaum muda di India dengan menawarkan beragam kegiatan, antara lain membacakan cerita.

Namun Prof Mitra mengaku masih belum terlalu jelas peran dari para moderator dalam sekolah cloud tersebut karena yang menjadi kunci adalah para siswa mengelola pelajarannya sendiri.

Juga tidak akan kurikulum maupun jadwal belajar karena akan diserahkan kepada para siswa.

"Kami akan membiarkan 300 anak pada hari pertama dan mereka akan bubar. Namun perlahan-lahan mereka akan mulai mengorganisir dirinya," tutur Prof Mitra.

Konsep sekolah cloud dikembangkan dari yang disebut dengan konsep komputer yang dibangun Prof Mitra pada tahun 1999.

Komputer-komputer itu tidak dilengkapi dengan instruksi dan anak-anak dibiarkan menjelajah sendiri dan upaya mereka dalam mengembangkan ketrampilan lewat komputer itu memukau Prof Mitra.

Konferensi TEDGlobal -yang berarti Teknologi, Hiburan, dan Disain- digelar oleh organisasi nonpemerintah yang berupaya menyebarluaskan ide-ide pembaharuan di dunia dan berlangsung di Edinburgh, 10-14 Juni.

Berita terkait