Supermoon kembali terlihat di Eropa

  • 23 Juni 2013
supermoon
Image caption Supermoon tahun lalu dengan latar depan candi kuno di Athena tenggara, Yunani.

Langit malam di sebagian wilayah bumi dihiasi oleh fenomena bulan raksasa yang lebih terang atau yang biasa disebut Supermoon pada beberapa hari belakangan ini.

Fenomena supermoon muncul ketika bulan mencapai titik terdekatnya dengan bumi, pada saat yang sama sedang dalam fase purnama.

Sebagai akibatnya, bulan pun terlihat 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada ketika ia berada jauh dari planet.

Para pengamat langit yang tidak bisa melihat fenomena ini karena cuaca berawan, harus menunggu hingga Agustus 2014 untuk bisa melihat fenomena ini lagi.

Sebelumnya pada tahun 2012 fenomena ini juga terjadi dan dapat dilihat diantaranya di Yunani dan Brazil .

Wartawan BBC Darren Bett mengatakan bahwa ia yakin kebanyakan orang di Inggris bisa melihat fenomena ini pada Sabtu malam (22/06) lalu. Namun beberapa area di Inggris diguyur hujan dan beberapa diantaranya berawan.

Minggu malam mungkin akan terlihat lebih baik, ia menambahkan. Orang-orang dari daerah barat daya Inggris dan selatan Wales akan mengalami cuaca yang paling bersih untuk melihat supermoon.

Akan tetapi, astronom publik pada Royal Observatory Greenwich, Marek Kukula, mengatakan sebaiknya masyarakat tidak terlalu berharap bulan akan terlihat jauh lebih besar daripada biasanya.

"Bulan tidak akan memenuhi langit," kata dia.

"Supermoon terlihat paling mengesankan pada saat paling dekat dengan garis horizon, yaitu pada saat terbit dan tenggelam. Jadi, kita harus memastikan kapan tepatnya waktu terbit dan tenggelam bulan di masing-masing wilayah."

Ilusi optik

Ahli luar angkasa, Dr. Heather Couper, mengatakan bahwa fenomena supermoon adalah hasil dari sebuah kebetulan.

"Bulan bergerak pada orbit yang berbentuk oval jadi ia bisa jadi sangat dekat dengan planet kita. Apabila hal itu bertepatan dengan terjadinya purnama, dimana bulan akan terlihat sangat besar," kata dia kepada BBC Radio 4 dalam sebuah program Sabtu kemarin.

Ia menerangkan bahwa bila posisi bulan berada tinggi di atas langit, maka akan terlihat normal.

Namun ketika bulan mendekati garis horizon, "sebuah ilusi optik" muncul dan menjadikannya terlihat lebih besar bila dibandingkan dengan pepohonan dan rumah-rumah, kata dia.

Ia mengatakan, ada cara untuk menghilangkan ilusi ini yaitu dengan berpaling dari bulan, membungkuk lalu melihat ke langit dari antara dua kaki.

Sementara Shari Balouchi yang menulis tentang "Mitos Supermoon" di majalah Sky and Telesope mengatakan bahwa apa yang kita sebut sebagai supermoon hanyalah trik mata kita.

"Supermoon mungkin tampak lebih besar daripada bulan biasanya bila anda melihatnya pada waktu senja, ketika bulan baru saja terbit. Namun perbedaan ukuran sebenarnya tidak cukup besar untuk bisa disadari," kata Balouchi.

Para ilmuwan sebelumnya telah menepis anggapan bahwa peristiwa ini dapat menyebabkan keanehan dalam berperilaku dan memicu bencana alam.

Dr. Couper mengatakan bahwa kondisi pasang laut pada akhir pekan ini tidak akan terpengaruh.

Berita terkait