Twitter ungkap data pengguna 'rasis'

  • 12 Juli 2013
twitter
Image caption Penyerahan data oleh Twitter menjadi 'kemenangan besar' dalam memerangi rasisme.

Twitter memberikan data yang akan membantu mengungkap identitas pengirim pesan rasis di jaringan Twitter di Prancis pada Oktober 2012.

Layanan mikroblog ini sebelumnya menjalani upaya hukum untuk menghindar dari keharusan menyerahkan data.

Namun, pada pertengahan Juni upaya tersebut kalah di persidangan akhir sehingga memaksa mereka mengungkapnya.

Tuntutan untuk mengungkap siapa yang berada di balik tweet rasis itu datang dari Persatuan Mahasiswa Yahudi (UEJF) di Prancis.

UEJF memperingatkan Twitter atas rangkaian tweet rasis pada akhir 2012 dan meminta mereka untuk menghapusnya karena pesan tersebut melanggar hukum Prancis yang melarang adanya hasutan kebencian rasial.

Rangkaian tweet tersebut akhirnya dihapus. Namun, UEJF dan empat organisasi anti rasisme meminta agar identitas pelaku diungkap.

Akhir sengketa

Twitter menolak permohonan tersebut, karenanya lima organisasi ini melakukan upaya hukum.

Pada Maret tahun ini UEJF juga menjalankan gugatan sebesar £30 juta atau sekitar US$50 juta atas penolakan yang dilontarkan Twitter tersebut.

Penyerahan data ini 'menandai akhir sengketa' antara Twitter dan lima kelompok itu, demikian ungkap Twitter dalam situs resminya.

Mereka mengatakan dua pihak setuju untuk bekerja sama untuk melawan rasisme dan antisemitisme di masa depan. Hal ini juga memungkinkan mereka menentukan sistem yang dapat memudahkan permintaan pengungkapan identitas pengguna yang memberikan pernyataan rasis.

Langkah terbaru Twitter menjadi "kemenangan besar" dalam memerangi rasisme, kata presiden UEJF Jonathan Hayoun dalam sebuah pernyataan.

"Perjanjian ini merupakan pengingat bahwa Anda tidak dapat melakukan apapun yang Anda inginkan di Internet," katanya.

"Twitter tidak akan lagi menjadi saluran untuk rasis dan anti-Yahudi di mana anonimitas mereka akan dilindungi."

Berita terkait