Larangan bawa kotak makan saat sekolah ditinjau

  • 12 Juli 2013
luch box
Kebanyakan kotak makan siang memiliki nutrisi yang lebih sedikit dibandingkan makanan sekolah.

Kepala sekolah di Inggris didesak untuk melarang siswa membawa bekal makan siang.

Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan konsumsi makanan yang disediakan di sekolah dan dapat mempromosikan makan sehat.

Pasalnya, bekal makan siang yang dibawa siswa diperkirakan mengandung nutrisi yang lebih rendah dibanding makanan yang dimasak di sekolah.

Komisi negara terkait urusan ini mengatakan tingkat konsumsi makanan yang disediakan di sekolah saat ini masih tergolong rendah, yaitu sekitar 43%, meskipun peningkatan kualitas telah dilakukan.

Kepala sekolah juga diminta untuk menurunkan harga makan siang, termasuk menyediakan makanan yang disubsidi untuk kelas penerimaan siswa baru di sekolah dasar dan siswa kelas tujuh di sekolah menengah.

Ada juga usulan untuk memperluas akses makanan gratis ke semua sekolah dasar, mulai di daerah yang paling kekurangan di Inggris.

Pemerintah Inggris mengatakan akan menyelidiki kasus tersebut untuk memperluas makanan sekolah gratis.

'Sehat dan energik'

Departemen Pendidikan mengeluarkan perintah kepada pengelola restoran Henry Dimbleby dan John Vincent untuk meninjau ulang makanan sekolah pada 2012 lalu, menyusul adanya kritik keras dari juru masak ternama Inggris, Jamie Oliver, yang sebelumnya berhasil memimpin kampanye untuk melarang junk food dan makanan olahan dari kantin sekolah.

Hal tersebut mengakibatkan pengetatan penerapan pedoman gizi dan kebijakan makan sehat di banyak sekolah bagi mereka yang membawa bekal makan siang.

Namun pada 2011, Jamie Oliver mengklaim bahwa standar tersebut menurun karena sekolah gratis dibebaskan dari pedoman gizi nasional.

Sekretaris Pendidikan Michael Gove mengatakan: "Apa yang saya ingin lihat adalah lebih banyak anak yang makan siang di kantin sekolah dan lebih sedikit yang membawa bekal makan siang, sehingga banyak anak-anak merasa lebih sehat dan energik sepanjang hari."

Berita terkait