Vokalis Radiohead protes Spotify

  • 15 Juli 2013
radiohead
Image caption Banyak artis menilai bayaran dari situs streaming terlalu rendah.

Vokalis band asal Inggris Radiohead, Thom Yorke, menarik sejumlah albumnya dari situs musik streaming Spotify sebagai protes kebijakan pembayaran mereka.

Yorke menarik album solonya The Eraser dan proyek gabungan dengan produser Nigel Godrich, Atoms for Peace.

Penyanyi ini menuliskan dalam akun twitternya bahwa mereka "membela rekan sesama musisi" dengan menghapus album di situs ini.

Yorke juga menghapus musiknya dari rival Spotify, Rdio.

Sementara album Radiohead yang lainnya masih terdapat di situs itu.

Yorke mengatakan dalam Twitter: "Jangan salah, artis baru yang Anda temukan di Spotify tidak mendapat bayaran. Sedangkan para pemegang saham akan langsung bermain di dalamnya."

Spotify adalah situs penyedia layanan streaming yang paling populer di dunia.

Perusahaan itu menyatakan ada 24 juta pengguna aktif, enam juta orang diantaranya rela membayar untuk mendapat fitur tambahan.

Bayaran rendah

Spotify mengatakan telah membayar sebesar US$500 juta kepada para pemegang saham sejak diluncurkan di Swedia tahun 2008 dan diharapkan akan membayar dana sejumlah itu tahun ini.

"Kami 100% berkomitmen untuk membuat Spotify sebagai layanan musik yang paling ramah artis, dan terus bekerjasama dengan para artis dan manajer untuk membangun karir mereka," kata situs itu kepada BBC.

Selama ini telah banyak kontroversi tentang media streaming seperti Spotify dan Pandora dalam membayar para artis. Pandora bahkan mendesak Amerika Serikat mengubah undang-undang yang mengatur pembayaran minimum para artis.

Band Pink Floy baru-baru ini menyatakan: "Hampir 90% artis yang menerima bayaran dari dunia digital menerima kurang dari US$5.000 per tahun.

Layanan berlangganan adalah wilayah yang paling cepat berkembang dalam musik digital dan berkontribusi 13% dari penjualan di seluruh dunia.

Sedangkan sisanya yaitu 57% masih berasal dari produk fisik seperti CD.

Seperti layaknya situs Spotify, Rdio dan Pandora, layanan seperti Xbox Music, Google Play Music All Access dan iTunes Radio juga akan segera bersaing untuk meraih pasar digital ini.

Berita terkait