Guru tolak bagikan makanan gratis menyusul insiden keracunan

Pembagian makanan gratis
Image caption Para guru ikut serta dalam membagikan makanan gratis kepada murid.

Ratusan ribu guru di negara bagian Bihar, India, menolak ikut serta dalam program makanan sekolah gratis setelah 23 anak meninggal karena keracunan minggu lalu.

Organisasi yang mewakili para guru mengatakan mereka akan disalahkan bila ada masalah dengan program makanan gratis.

Mereka menyerukan kepada pemerintah untuk meminta bantuan dari badan lain guna menjalankan program ini.

Pemerintah tengah melakukan penyelidikan terkait meninggalnya para murid setelah ditemukan adanya pestisida di sampel makanan gratis.

Program makanan gratis ditujukan untuk siswa yang kurang mampu namun kebersihan makanan diragukan banyak kalangan.

Program ini diangkat untuk mengatasi kelaparan dan meningkatkan kehadiran di sekolah.

Saat ini, program makanan gratis diterapkan di 1,2 juta sekolah di seluruh India dengan lebih dari 120 juta anak.

Sarat korupsi

Pekan lalu, 47 anak -berusia antara lima sampai 12 tahun- jatuh sakit setelah mengkonsumsi makanan gratis yang terdiri dari nasi dan kacang kedelai di daerah Saran. Dua puluh tiga anak meninggal di rumah sakit.

Kepala sekolah, Meena Kumari, masih diburu pihak yang berwenang menyusul insiden keracunan makanan itu.

Setelah insiden, para siswa dari sekolah negeri di daerah Newada memukul para guru sebagai protes atas buruknya kualitas makanan siang mereka.

Sekitar 300.000 guru sekolah dasar di negara bagian itu memutuskan untuk "tidak ikut dalam penerapan program makanan gratis ini" mulai Jumat, kata B Sharma, kepala asosiasi guru sekolah dasar.

"Para guru dan kepala sekolah harus menerapkan program ini hanya dengan sedikit bantuan, dengan buruknya kualitas makanan serta adanya korupsi dalam semua tingkatan," katanya.

"Namun bila ada insiden, guru atau kepala sekolah yang bertanggung jawab," tambahnya.