Halliburton mengaku menghancurkan bukti

  • 26 Juli 2013
gulf mexico
Kebocoran minyak yang diikuti ledakan ini menewaskan 11 pekerja dan mencemari wilayah sekitar.

Perusahaan AS Halliburton akan mengaku bersalah telah menghancurkan bukti-bukti terkait tumpahan minyak di Teluk Meksiko 2010 lalu.

Dengan persetujuan pernyataan bersalah ini, Halliburton selaku kontraktor akan diharuskan membayar denda paling tinggi.

Tumpahan yang terjadi di sumur minyak Macondo yang dioperasikan oleh British Petroleum (BP) di Teluk Meksiko adalah yang terburuk dalam sejarak pengeboran di Amerika Serikat.

BP menuduh perusahaan berbasis di Houston, Amerika Serikat ini menghancurkan barang bukti dan meminta perusahaan ini untuk membayar semua kerugian.

Tumpahan minyak ini diikuti oleh ledakan di kilang minyak lepas pantai Deepwater Horizon dan menewaskan 11 orang pekerja.

"Satu anak perusahaan Halliburton telah setuju untuk mengaku bersalah atas satu pelanggaran yang terkait dengan penghapusan catatan setelah terjadi insiden ledakan di sumur Macondo, dan setuju untuk membayar denda maksimum US$200.000 dan menerima tiga tahun masa percobaan," kata Halliburton dalam sebuah pernyataan.

Halliburton adalah perusahaan besar ketiga yang mengakui kesalahan dalam kebocoran pengeboran minyak ini. Raksasa perusahaan minyak BP dan operator Transocean telah dinyatakan bersalah terkait dengan musibah ini.

'Hancurkan hasil ini'

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengatakan sebelum terjadinya ledakan di pengeboran lepas pantai itu, Halliburton memberikan rekomendasi kepada BP untuk memakai 21 buah centralizer, alat pencegah terjadinya kebocoran minyak di sumur Macondo.

Namun BP memilih hanya memakai enam buah.

Departemen Kehakiman menyatakan Halliburton seharusnya mengoperasikan dua buah komputer simulasi di sumur Macondo untuk memeriksa dampak pemakaian enam buah centralizer, alih-alih 21 buah.

Hasil simulasi ini menyatakan bahwa perbedaan hasilnya akan sedikit.

Lebih lanjut, Departemen Kehakiman menyatakan program manajer Halliburton "disuruh untuk menghancurkan hasil simulasi ini, dan mereka melakukannya."

"Upaya forensik untuk mengembalikan simulasi 3D komputer asli yang dihancurkan selama proses litigasi dan investigasi kriminal federal oleh Deepwater Horizon Task Force tidak berhasil," kata Departemen Kehakiman.

"Dalam persetujuannya dinyatakan bersalah, Halliburton menerima tanggung jawab perbuatan kriminalnya atas penghancuran barang bukti tersebut."

Berita terkait