Siswa yang dikeluarkan meningkat

  • 26 Juli 2013
Murid
Image caption Murid laki-laki yang dikeluarkan lebih banyak dibanding dengan murid perempuan.

Jumlah siswa yang dikeluarkan dari sekolah dasar di Inggris meningkat dibanding tahun lalu dan 45% dikeluarkan karena melakukan serangan fisik.

Sepanjang 2011-2012, sebanyak 690 dikeluarkan dari sekolah dasar atau naik 80 kasus dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, sekitar 230 dikeluarkan karena perilaku mengganggu yang berkelanjutan dan 200 karena serangan atas orang dewasa sementara 120 karena menyerang sesama murid.

Di sekolah lanjutan, 4.390 murid dikeluarkan atau naik 20 murid dibanding sebelumnya. Sebanyak 1.050 dikeluarkan karena serangan fisik dan 1.700 karena perilaku mengganggu yang persisten.

Peningkatan ini terjadi setelah sempat berlangsung penurunan jumlah siswa yang dikeluarkan, baik dari segi julah maupun persentase.

Bagaimanapun jika dibandingkan dengan total jumlah murid di Inggris yang mencapai 8,2 juta, maka proporsi maupun jumlah murid yang dikeluarkan itu amat kecil.

Wewenang baru

Dari jumlah siswa yang terkena sanksi, laki-laki memiliki kemungkinan tiga kali lebih tinggi, baik dikeluarkan sementara maupun dikeluarkan selamanya- dibanding perempuan.

Siswa yang membutuhkan perhatian khusus lebih tinggi delapan kali untuk dikeluarkan dibanding murid lainnya.

Bulan September 2012, pemerintah memberikan wewenang kepada kepala sekolah untuk mengeluarkan murid, yang sebelumunya dilakukan oleh sebuah dewan yang mandiri dengan peluang untuk banding.

Dengan sistem baru itu maka dewan yang independen memang tetap saja bisa mengubah keputusan kepala sekolah namun sebagai saran dan tidak harus dilaksanakan.

Juru bicara Kementerian Pendidikan menegaskan pemberian wewenang yang lebih besar kepada kepala sekolah itu untuk menjamin disiplin di ruang kelas.

"Kami memberikan wewenang baru untuk memeriksa siswa, pengurungan tanpa pemberitahuan, dan menjamin bahwa keputusan untuk mengeluarkan tidak bisa diubah."

Ditambahkan bahwa juga ditempuh upaya untuk meningkatkan kualitas guru, dan memperbaiki standar baca dan berhitung para siswa.

Berita terkait