Denda bagi produsen susu bayi di Cina

Susu di Cina
Image caption Lima perusahaan yang didenda adalah perusahaan asing dan satu bermarkas di Hong Kong.

Cina menjatuhkan dengan sebesar 670 juta yuan atau sekitar Rp1 triliun (US$100 juta) atas enam produsen susu formula bayi karena mengendalikan harga.

Pihak berwenang mengatakan lima di antara yang dijatuhi denda itu merupakan perusahaan asing dan satu bermarkas di Hong Kong.

Keenamnya -Mead Johnson, Biostime, Dumex, Abbot, Friesland, dan Fonterra- dinyatakan bersalah karena menggunakan berbagai metode yang menghambat persaingan, antara lain dengan pengaturan harga.

Denda yang dijatuhkan oleh Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional ini berkaitan dengan berlangsungnya penyelidikan terpisah atas industri farmasi.

Mead Johnson yang berasal dari Amerika Serikat, yang memproduksi Enfamil, mengatakan akan membayar US$33 juta denda sedangkan perusahaan Hong Kong, Biostime, didenda US$720.000.

Media resmi Cina, Xinhua, melaporkan tiga perusahaan lain -Wyeth, Beingmate, dan Meiji- tidak diganjar denda karena bekerja sama dalam proses penyelidikan.

Susu asing

Image caption Susu bayi Fonterra dari Selandia Baru ditemukan tercemar botulinium.

Pemerintah Cina melakukan penyelidikan tentang kemungkinan para pemasok susu yang menentapkan harga minimal ke pihak distributor, yang biasa terjadi di beberapa negara namun dinilai melanggar undang-undang antimonopoli di Cina.

Permintaan akan susu bayi buatan asing meroket di Cina setelah skandal susu formula produk lokal yang terkontaminasi tahun 2008, yang menewaskan enam bayi dan 300.000 bayi lain sakit.

Bagaimanapun susu asing ternyata bukan jaminan bagi ancaman kesehatan karena produsen susu Selandia Baru, Fonterra, juga ditemukan tercemar bakteri.

Akhir pekan lalu, Fonterra mengatakan produk-produk mereka, termasuk susu formula bayi, tercemar bakteri botulinium yang bisa mengakibatkan keracunan dan kelumpuhan.

Pimpinan tertinggi Fonterra sudah datang langsung ke Beijing untuk menyampaikan permintaan maaf bagi pelanggan.

Berita terkait