Cokelat dapat tingkatkan kesehatan otak

  • 8 Agustus 2013
cokelat
Image caption Cokelat mengandung flavanol yang diduga dapat memingkatkan kesehatan aliran darah.

Meminum kakao atau cokelat tiap hari mungkin dapat membantu orang berusia lanjut untuk menjaga kesehatan otak.

Sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 60 orang tua yang tidak menderita demensia, menunjukan meminum dua cangkir cokelat sehari dapat meningkatkan aliran darah ke otak.

Peserta yang mengalami peningkatan aliran darah ini juga menunjukan perbaikan dalam tes ingatan yang dilakukan di akhir penelitian, demikian seperti ditulis jurnal Neurology.

Namun pakar mengatakan masih perlu banyak riset untuk menyimpulkan hal tersebut.

Ini bukan yang pertama, cokelat dihubungkan dengan kesehatan pembuluh darah atau vaskular. Peneliti percaya bahwa kandungan flavanol yang kaya pada cokelat memiliki peran yang penting.

Pada studi terbaru, peneliti meminta pada 60 orang dengan usia rata-rata 73 tahun untuk meminum dua cangkir cokelat tiap hari. Satu kelompok diberi cokelat dengan kandungan flavanol tinggi dan kelompok lain diberikan cokelat dengan flavanol yang lebih rendah.

Memperkuat bukti

Tes pada awal penelitian menunjukkan 17 dari mereka mengalami gangguan aliran darah ke otak.

Hasilnya, tidak ada perbedaan antara mereka yang minum kokoa kaya flavanol dengan mereka yang meminum kakao dengan sedikit flavanol.

Apapun minuman yang diberikan, 88% dari mereka yang memiliki gangguan aliran darah pada awal penelitian menunjukan perbaikan dalam aliran darah dan perbaikan dalam tes kognitif.

"Kami belajar lebih banyak tentang aliran darah di otak dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir," kata penulis studi Farzaneh Sorond, seorang ahli saraf di Harvard Medical School.

"Saat sebagian daerah di otak membutuhkan lebih banyak energi untuk menyelesaikan tugas mereka, mereka juga membutuhkan aliran darah yang lebih besar. Hubungan ini mungkin memainkan peran penting dalam penyakit seperti Alzheimer."

Simon Ridley, kepala penelitian di Alzheimer Research UK, mengatakan penelitian kecil ini dapat memperkuat banyak bukti.

"Sebuah pengobatan berbasis kakao kemungkinan akan sangat populer, tapi terlalu dini untuk menarik kesimpulan tentang efeknya."

"Salah satu kelemahan dari studi ini adalah kurangnya kelompok kontrol untuk perbandingan, dan kita tidak bisa mengatakan apakah hasilnya akan berbeda jika para peserta tidak minum kakao sama sekali."

Berita terkait